
GIANYAR, BALIPOST.com – Jajaran pengurus Majelis Kebudayaan Bali (MKB) Kabupaten Gianyar masa bakti 2025-2030 dikukuhkan Wakil Bupati Gianya, Anak Agung Gde Mayun, Rabu (18/2), di Balai Budaya Gianyar.
Kehadiran MKB dinilai memiliki posisi strategis sebagai wadah koordinasi sekaligus benteng pelestarian nilai-nilai budaya Bali yang adi luhung.
Wabup Agung Mayun menekankan bahwa MKB tidak boleh sekadar menjadi simbol kelembagaan, melainkan harus menjadi motor penggerak nyata.
Ia mengingatkan, tantangan di era digitalisasi dan modernisasi semakin kompleks. Kebudayaan bukan hanya sekadar warisan dari masa lalu, melainkan fondasi utama bagi karakter masyarakat di masa depan.
“Jika budaya kuat, maka karakter masyarakat juga akan kuat. Gianyar harus tetap menjadi pusat peradaban seni dan budaya yang tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mendunia,” tegasnya.
Ia memberikan tiga instruksi utama bagi pengurus MKB untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, desa adat, dan pemangku kepentingan. MKB diharapkan menjadi garda terdepan dalam pengembangan dan pemanfaatan budaya berkelanjutan. “Mendorong generasi muda untuk mencintai dan mempelajari warisan leluhur,” jelas Wabup Agung Mayun.
Untuk diketahui, pimpinan Majelis Kebudayaan Bali Gianyar antara lain Penasihat yakni Ida Bagawan Blebar Puri Gianyar dan Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. Sementara, koordinatornya adalah Prof. Dr. I Wayan Dibya, S.S.T. dan sekretaris, I Wayan Adi Parbawa.
Selain pengurus harian, lembaga ini diperkuat oleh 10 komisi khusus dan koordinator di tiap kecamatan untuk memastikan pembinaan kebudayaan menyentuh hingga akar rumput. (Wirnaya/balipost)









