Suasana di SMPN 2 Marga, Tabanan. (BP/bit)

SINGASANA, BALIPOST.com – Pascaperistiwa kerauhan massal yang melibatkan 15 siswi SMP Negeri 2 Marga pada Rabu (4/2), suasana proses belajar mengajar di sekolah yang berlokasi di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kamis (5/2) kembali berjalan normal dan kondusif. Seluruh siswa, termasuk siswi yang sebelumnya mengalami kerauhan, telah kembali mengikuti pembelajaran seperti biasa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 2 Marga, Ni Made Dian Kurnia, S.Pd., M.Pd., menegaskan kondisi sekolah saat ini aman dan terkendali. “Astungkara hari ini anak-anak aman dan sudah belajar dengan tenang dan baik, termasuk yang kemarin kerauhan sudah sehat,” ujarnya.

Sebelum kegiatan belajar dimulai, pihak sekolah terlebih dahulu memberikan pengarahan kepada seluruh siswa agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang berkembang. Bahkan, untuk mencairkan suasana, siswa diajak mengikuti aktivitas ringan yang bersifat menyenangkan guna membangun rasa riang dan nyaman sebelum masuk ke proses pembelajaran di kelas.

Baca juga:  Penyeberangan Kusamba-Nusa Penida Dibuka, Tapi Belum Normal

Selain penanganan secara sekala, lanjut kata Dian pihak sekolah juga menyiapkan langkah niskala agar ada keseimbangan jalur sekala niskala. Didukung oleh komite sekolah, SMPN 2 Marga berencana menggelar upacara keagamaan, seperti ngaturang Guru Piduka.

“Kami akan menempuh jalur sekala dan niskala. Untuk niskala, tentu kami berkoordinasi dengan jro mangku terkait upacara apa yang semestinya dihaturkan,” jelasnya.

Dengan upaya sekala niskala pihak sekolah berharap kedepan tidak ada lagi kejadian kerauhan susulan. Proses belajar mengajar pun kembali berlangsung normal, aman, dan kondusif seperti sediakala.

Baca juga:  Delapan Armada Sampah DLH Tabanan Rusak, Layanan Tetap Diupayakan Optimal

Seperti diberitakan sebelumnya, kerauhan massal bermula saat kegiatan rutin literasi setiap hari Rabu. Seluruh siswa berkumpul di halaman sekolah untuk melaksanakan persembahyangan Tri Sandya, dan pembacaan visi dan misi sekolah, sebelum kegiatan literasi dimulai.

Saat kegiatan berlangsung, salah satu siswa tiba-tiba jatuh pingsan dan dibawa ke ruang kesehatan, namun setelah itu siswa tersebut berteriak dan mengalami kerauhan. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada belasan siswa putri, dengan jumlah yang mengalami kerauhan sekitar 15 orang.

Baca juga:  Bertemu Puluhan Siswa SDN 2 Gerokgak, Megawati: Jadilah Anak Bangsa yang Pintar

Dari informasi yang dihimpun, sekolah seluas 91 are tersebut pernah melakukan upacara Rsi Gana (pecaruan gede) sekitar 20 tahun lalu, karena sebelumnya pernah juga terjadi kerauhan pada siswa. Namun dengan kejadian kali ini, pihak sekolah berencana kembali melakukan langkah penyeimbangan secara sekala dan niskala seperti menggelar Upacara guru piduka dilaksanakan di Padma Sekolah dan Tugu Karang sebagai bentuk permohonan maaf serta matur piuning apabila terdapat kekeliruan dalam aktivitas keseharian. Agar ke depan proses belajar mengajar 637 siswa berjalan aman, tenang dan lancar. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN