
NEGARA, BALIPOST. com – Operasi pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada 3 Juli 2025 lalu, mulai dilakukan. Kapal tongkang dengan crane dikerahkan untuk operasi evakuasi bawah laut ini sejak, Kamis (29/1).
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Wangi juga telah menetapkan zona terbatas pelayaran di perairan Selat Bali. Kebijakan ini diterapkan seiring pelaksanaan pekerjaan scraping bawah air di lokasi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.
Pemberitahuan tersebut disampaikan melalui Notice to Marine yang ditujukan kepada seluruh nakhoda, perusahaan pelayaran, serta operator kapal yang melintas di perairan Selat Bali. Kegiatan pekerjaan bawah air itu berlangsung di titik koordinat 08°09’33,11’’ Lintang Selatan dan 114°29’52,03’’ Bujur Timur.
Dalam rangka menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran, KSOP menetapkan area terbatas yang tidak boleh dilalui kapal selama kegiatan berlangsung. Adapun batas koordinat zona terlarang tersebut meliputi titik 8°11.757’ LS / 114°24.971’ BT, 8°11.488’ LS / 114°24.979’ BT, 8°11.471’ LS / 114°25.195’ BT, serta 8°11.762’ LS / 114°25.235’ BT.
Kepala KSOP Tanjung Wangi, Capt Purgana menegaskan, selama kegiatan berlangsung seluruh kapal yang melintas di sekitar lokasi wajib tidak memasuki area terbatas, mengurangi kecepatan, meningkatkan kewaspadaan navigasi, serta menjaga komunikasi radio pada kanal pengamanan setempat. “Nakhoda juga diminta mematuhi arahan petugas patroli dan unsur pengamanan di lapangan,” ujarnya.
Terkait dengan pengamanan perairan, area kerja akan dijaga kapal patroli serta dilengkapi tanda pengamanan sementara berupa marker buoy atau pelampung penanda. Pengerjaan pengangkatan diperkirakan membutuhkan waktu lama, karena dilakukan bagian per bagian.
KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam saat penyeberangan dari Ketapang ke Gilimanuk pasa 3 Juli 2025 dinihari. Data terakhir pada penutupan pencarian akhir Juli lalu, ada 53 penumpang, 12 kru kapal dan 22 kendaraan. Dengan telah ditemukan satu penumpang ini masih ada 15 yang masih hilang. (Surya Dharma/balipost)










