Seorang warga menarik sapi ke atas mobil pengangkut di Pasar Hewan Beringkit, Badung. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dewasa ayu atau ala ayuning dewasa memiliki peran penting sebagai pedoman dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan dalam tradisi masyarakat Bali. Secara etimologis, ala berarti buruk atau kurang baik, sedangkan ayu berarti indah, baik, atau utama.

Dewasa bermakna hari, waktu, atau momentum. Maka, ala ayuning dewasa dapat dipahami sebagai perhitungan waktu yang mempertimbangkan sisi baik (ayu) dan kurang baik (ala), sehingga dapat dipilih saat yang paling harmonis untuk suatu kegiatan.

Baca juga:  Pascapilkel, Calon Menang dan Kalah Rekonsiliasi

Memilih waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan ataupun upacara sama halnya dengan menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala.

Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 26 Januari 2026 dikutip dari kalenderbali.org.

Amerta Dewa Jaya
Baik untuk hal-hal yang mengandung unsur keunggulan.

Geni Rawana
Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam.

Istri Payasan
Mengandung unsur keindahan. Baik untuk melaspas dan bercocok tanam

Baca juga:  Dijanjikan Bekerja ke LN, Ratusan PMI Asal Bali Diduga Tertipu Puluhan Juta

Kala Sor
Tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, membuat terowongan.

Kala Upa
Baik untuk memulai mengambil/memelihara ternak (wewalungan).

Naga Naut
Tidak baik untuk dewasa ayu

Panca Prawani
Tidak baik dipakai dewasa ayu.

Pepedan
Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.

Sampi Gumarang Munggah
Tidak baik menanam padi dan jagung.

Baca juga:  Wapres Sebut Pusat Dukung Kemajuan Pariwisata Bali

Sri Bagia
Baik untuk memulai membina persahabatan. (Sumarthana/balipost)
Foto
Aktivitas jual beli ternak di Pasar Beringkit, Badung. (BP/eka)

BAGIKAN