
AMLAPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Karangasem mulai berhemat biaya kertas dan tinta, dengan menerapkan skema kontrak payung (framework contract). Kegiatan yang berlangsung di Wantilan Sabha Prakerti, Kantor Bupati Karangasem, pada Jumat (23/1) menjadi tonggak penting dalam upaya efisiensi anggaran daerah ditengah situasi efisiensi besar besaran.
Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata mengungkapkan, gebrakan ini terbukti efektif dengan mencatatkan total potensi efisiensi anggaran mencapai Rp1,368 miliar untuk tahun anggaran 2026 dan estimasi 2027. Capaian tersebut bersumber dari efisiensi pengadaan kertas sebesar Rp1,068 miliar atau sekitar 30%, serta pengadaan tinta sebesar Rp300 juta atau sekitar 17% dari pagu anggaran yang telah ditetapkan.
“Penerapan kontrak payung konsolidasi pengadaan kertas dan bahan komputer merupakan langkah pemerintah daerah untuk menata belanja rutin agar lebih efisien dan terukur. Dengan sistem ini, kami bisa berhemat sekitar 30 persen.Tentu hasil berhemat bisa dialokasikan ke kegiatan lainnya,” ujar
Bupati yang kerap dipanggil Gus Par ini mengatakan, kebijakan ini ditujukan untuk memperbaiki tata kelola pengadaan, sekaligus menekan pemborosan anggaran rutin. Dengan sistem ini, setiap OPD tidak lagi melakukan pengadaan kertas dan tinta. Kata dia, kegiatan strategis ini merupakan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam mewujudkan tata kelola pengadaan barang dan jasa yang efisien, transparan, dan akuntabel. Hal ini sejalan dengan amanat Perpres No. 16 Tahun 2018 beserta perubahannya dan Keputusan Kepala LKPP No. 121 Tahun 2023.
“Kontrak payung ini adalah instrumen penting untuk membangun kerangka kerja yang jelas dan terukur demi melindungi keuangan daerah. Dan kontrak payung ini memberikan landasan kerja sama yang memungkinkan setiap unit kerja melakukan pemesanan dengan lebih cepat, tertib, dan sesuai ketentuan,” katanya.
Dia menjelaskan, pihaknya minta seluruh perangkat daerah memanfaatkan kontrak payung ini secara optimal sesuai perencanaan kebutuhan dan tetap menjaga prinsip kehati-hatian. ” Melalui konsolidasi pengadaan ini, Pemerintah Kabupaten Karangasem berkomitmen terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan demi terwujudnya visi “Karangasem Agung, Gemah Ripah Loh Jinawi,” imbuhnya. (Eka Parananda/balipost)










