
DENPASAR, BALIPOST.com – Harga minyak goreng di pasaran mencapai Rp17.000 per liter. Harga tersebut melebihi harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp15.900.
Tingginya harga minyak goreng ini berlangsung cukup lama, tanpa ada kenaikan atau penurunan. Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Asinaga Budiman saat diwawancarai, Selasa (11/11), mengakui adanya harga di atas HET itu.
Ia menyebut harga minyak goreng masih normal, tidak ada perubahan. Harga masing-masing merek, kata dia, berbeda-beda. “Untuk yang premium itu harganya Rp17.000 per liter. Macam-macam juga tergantung merk,” katanya.
Masih tingginya harga minyak di atas HET itu, dinilai karena pemerintah masih berkonsentrasi menjaga distribusi minyak goreng di pasaran agar tidak langka.
Sementara itu, berdasarkan data sigapura.baliprov.go.id harga minyak goreng rata-rata di seluruh kabupaten/kota di Bali mencapai Rp20.000 per liter. Harga terendah tercatat di Gianyar Rp17.833 per liter dan harga tertinggi tercatat di Jembrana yakni Rp21.800 per liter.
Tidak hanya minyak goreng, harga beras sebelumnya juga kerap di atas HET. Namun belakangan ini karena sidak gencar dilakukan, harga beras sudah sesuai dengan HET.
Khususnya untuk pembelian kemasan 10 kilogram. Untuk jenis medium harga beras mencapai Rp135.000 per 10 kilogram dan kualitas premium mencapai Rp150.000 per 10 kilogram. (Widiastuti/bisnisbali)









