
SINGARAJA, BALIPOST.com – Pendapatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng diproyeksikan menurun sekitar Rp.40 miliar pada tahun 2026. Selain target yang dipasang terlalu tinggi, banyaknya saingan juga disinyalir menjadi penyebab merosotnya pendapatan.
Direktur RSUD Buleleng, dr. Ketut Suteja Wibawa usai rapat bersama Komisi IV DPRD Buleleng, pada Selasa (11/11), mengatakan, target awal yang dipasang berada di angka Rp257 Miliar. Namun hingga bulan November ini, baru terealisasi sebesar Rp210 Miliar. Dengan siswa waktu yang tinggal sebulan, pihaknya pun memperkirakan pendapatan RSUD Buleleng hanya bisa dicapai sekitar 90 persen.
“Penurunan Rp40 miliar itu dari pendapatan. Karena masih berjalan, diperkirakan yang bisa tercapai hanya sekitar 90 persen dari target,” jelasnya.
Menurut Suteja, penurunan ini bukan semata karena berkurangnya jumlah pasien, tetapi juga karena tingginya target pendapatan tahun ini serta bertambahnya fasilitas pelayanan kesehatan lain di Kabupaten Buleleng. Dengan sisa dua bulan berjalan, pihaknya memperkirakan rata-rata pendapatan hanya mampu menyentuh Rp15 miliar per bulan.
“Sekarang pilihan layanan kesehatan semakin banyak, jadi otomatis berdampak ke kami. Tetapi kalau pencapaian 90 persen dari target Rp210 miliar, itu sebenarnya sudah bagus untuk RSUD,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Buleleng, Ni Kadek Turkini, menyoroti penurunan target pendapatan RSUD dari Rp257 miliar pada 2025 menjadi Rp210 miliar tahun ini. Penurunan ini membuat DPRD meminta penjelasan mengenai dampaknya terhadap pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kami sudah tanyakan ke Direktur RSUD, pos-pos mana saja yang terkena dampak penurunan pendapatan. Kami tidak ingin masyarakat dirugikan,” tegasnya.
DPRD juga mendorong agar peningkatan pelayanan menjadi prioritas, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD), yang selama ini disebut-sebut masih menjadi pintu masuk keluhan pasien. “RSUD harus tetap maksimal karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Jangan hanya melihat angka pendapatan,” tegasnya. (Yudha/balipost)










