kintamani
Ilustrasi. (BP/dok)

JAKARTA, BALIPOST.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 24 gempa susulan terjadi setelah gempa M5,7 yang mengguncang wilayah Banyuwangi dan Situbondo, Jawa Timur.

Direktur Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Jumat (26/9), mengungkapkan gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 3,6 dan terkecil 1,8 magnitudo. “Sejauh ini tidak ada gempa susulan yang dirasakan masyarakat,” ujarnya dikutip dari Kantor Berita Antara.

Daryono mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, meskipun kekuatannya cenderung semakin kecil. Ia juga meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang tidak bersumber dari pihak berwenang.

Baca juga:  Gempa Dangkal Guncang Aceh

BMKG terus memantau aktivitas seismik di sekitar Banyuwangi dan Situbondo dan berkoordinasi dengan BNPB serta BPBD untuk mendukung langkah-langkah kesiapsiagaan masyarakat.

Masyarakat juga diimbau memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali menempati rumah serta memastikan jalur evakuasi aman untuk mengantisipasi guncangan susulan.

Sebelumnya BMKG melaporkan episentrum gempa utama pada Kamis (25/9) sore itu berada di laut, 46 kilometer timur laut Banyuwangi dan 54 kilometer tenggara Situbondo, pada kedalaman 12 kilometer.

Baca juga:  Kasus Dewa Puspaka, Jaksa Beri Sinyal Panggil Penerima Transferan Bersaksi

Getaran gempa dirasakan kuat selama 2–3 detik di Banyuwangi dan Situbondo.

Adapun hasil kaji cepat sementara yang diterima dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan kerusakan terjadi di Banyuwangi dan Situbondo, dan tidak ada laporan korban jiwa.

Di Banyuwangi, satu rumah dan satu tempat ibadah mengalami rusak ringan. Sementara di Situbondo terdapat 21 rumah rusak berat, 11 rusak sedang, 16 rusak ringan, serta satu masjid rusak pada bagian atap.

Baca juga:  Tim Bulu Tangkis Denpasar Loloskan Wakil di Semua Nomor Semifinal

Pendataan di lapangan masih berlangsung dan akan diperbarui secara berkala oleh tim petugas gabungan, sebagaimana dilaporkan Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Kamis (25/9) malam. (kmb/balipost)

BAGIKAN