
TABANAN, BALIPOST.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan tengah mencoba mengusulkan kembali anggaran untuk penambahan sarana dan prasarana penanganan bencana, khususnya banjir, pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) induk tahun 2026. Estimasi anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 100 juta.
Kepala BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, mengatakan, usulan ini muncul seiring meningkatnya potensi banjir di beberapa wilayah Tabanan. Kondisi tersebut, menurutnya, dipicu oleh pendangkalan sungai dan maraknya pembangunan perumahan yang memakan area sempadan sungai.
“Belajar dari pengalaman sebelumnya, kami harus lebih siap. Saat banjir besar di wilayah Sanggulan, Kediri, kami sempat menunggu cukup lama bantuan perahu dari BPBD Provinsi. Ke depan, BPBD Tabanan harus punya perahu sendiri agar bisa cepat merespons ketika masyarakat membutuhkan,” ujar Srinada Giri, Minggu (31/8).
Dalam proposal anggaran, BPBD mengusulkan pengadaan perahu lipat sebagai sarana utama evakuasi warga di daerah banjir. Selain itu, pihaknya juga mengajukan pengadaan tali khusus evakuasi, senter kepala, sekop, dan chainsaw portabel.
“Sekop yang kami punya saat ini hanya satu. Kalau ada longsor, Tim Reaksi Cepat (TRC) kami sangat kesulitan. Chainsaw kecil yang ada pun sudah berkali-kali masuk bengkel karena rusak. Kami ingin membeli yang baru supaya biaya perawatan tidak membengkak,” tambahnya.
Lebih lanjut, Srinada mengungkapkan pengalaman pahit saat bencana pohon tumbang beberapa waktu lalu. Minimnya alat membuat BPBD terpaksa menyewa chainsaw dengan biaya mencapai Rp7 juta. Sementara dua chainsaw besar yang dimiliki hingga kini belum bisa diperbaiki karena keterbatasan anggaran.
“Kami sudah mengajukan dana Rp25 juta untuk perbaikan chainsaw besar, tapi belum terealisasi. Kami paham kondisi keuangan daerah, karena itu kami mencoba kembali mengusulkan anggaran ini pada induk 2026,” jelasnya.
Ia berharap usulan tersebut dapat disetujui agar BPBD bisa meningkatkan kesiapsiagaan dalam menangani berbagai potensi bencana. “Dengan tambahan sarpras ini, kami bisa lebih cepat dan efektif melayani masyarakat, terutama saat menghadapi bencana banjir dan pohon tumbang,” pungkas Srinada Giri. (Puspawati/Balipost)