salah seorang ibu dari pendemo yang masih di bawah umur memberikan keterangan. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Salah satu pendemo anarkis di depan Mapolda Bali, ternyata seorang anak di bawah umur berinisial RS (15).

RS sempat diperiksa di Ditreskrimum Polda Bali dan ngaku dibayar Rp 50 ribu oleh oknum yang mengaku mahasiswa. Setelah menjalani pemeriksaan, RS dijemput ibunya, berinisial Ms di Mapolda Bali.

Saat dimintai konfirmasi, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandhy, Minggu (31/8) membenarkan jika RS merupakan salah satu pelaku demo anarkis yang diamankan. “Itu (RS) salah satunya (pelaku),” tegasnya.

Baca juga:  Dua Legislator PDI Perjuangan Diganti

Sementara dari keterangan Ms, anaknya itu tidak memberi tahu ikut demo. Biasanya dia main futsal dan pulang pukul 14.00 WITA. “Tapi waktu itu (Sabtu) tidak datang-datang,” kata Ms.

Selanjutnya Ms membuka media sosial dan dilihatlah anaknya tersebut ikut demo. Ia langsung menelepon RS dan menyuruh pulang.

Saat ditelepon ibunya, RS ngaku di parkir dan segera pulang. Namun RS tidak kunjung datang dan akhirnya sang ibu tahu jika anaknya itu diamankan di polda.

Baca juga:  Diduga Rekayasa, Ini Pengakuan Perempuan Asal Pandak Gede Ditemukan Terikat

Dari cerita RS, Ms menyampaikan jika anaknya tersebut ikut demo karena diberi uang Rp 50 ribu oleh oknum yang mengaku sebagai mahasiswa. “Untuk ke depannya mudah-mudahan lebih baik. Mendoakan Bali lebih baik, soalnya kita nyari rezeki di sini. Pesan buat masyarakat, ayo sama-sama jaga anak agar tidak terjerumus dan terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN