
MANGUPURA, BALIPOST.com – Suasana di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung pada Minggu (31/8) terlihat berbeda dari biasanya. Kawasan yang kerap dibuka untuk umum sebagai ruang olahraga di akhir pekan ini ditutup sementara menyusul insiden yang terjadi di Mapolda Bali dan Kantor DPRD Bali pada Sabtu (30/8).
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta turun langsung ke lokasi untuk memantau kondisi terkini. Kehadiran keduanya sekaligus memastikan situasi tetap kondusif dan langkah pengamanan diperketat.
Bupati Adi Arnawa secara khusus memberikan arahan kepada petugas keamanan (security) yang berjaga di Puspem Badung. Ia juga menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas insiden yang menimpa masyarakat di Jakarta dan Makassar. Ia mengajak seluruh warga Badung untuk tetap tenang serta menyampaikan aspirasi dengan cara-cara bijak.
“Saya menyampaikan kepada masyarakat Badung, siapapun itu, dalam menyampaikan aspirasi, dalam menyampaikan keinginan-keinginan mari kita sampaikan secara baik. Kita menyampaikan secara bijak, jangan sampai terprovokasi seperti kejadian-kejadian di luar,” ungkapnya.
Menurutnya, penyampaian pendapat adalah hak setiap warga. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga situasi Bali agar tetap aman, terlebih sebagai daerah tujuan wisata dunia. “Bicara baik-baik, sampaikan bahwa silakan menyampaikan aspirasi, tapi ingat di Bali adalah daerah pariwisata. Jangan sampai hal-hal kejadian di Jakarta dilakukan di Bali,” lanjutnya.
Penutupan sementara Puspem Badung pada hari libur ini menjadi langkah preventif untuk memastikan keamanan dan ketertiban. Pemkab Badung berharap masyarakat dapat memahami situasi dan tetap mengutamakan ketenangan bersama.
Sejauh ini, situasi di kawasan Puspem terpantau aman dengan pengawasan ketat aparat keamanan. Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga stabilitas wilayah, terutama setelah insiden yang terjadi di Mapolda Bali dan kantor DPRD Bali. (Parwata/balipost)