Demonstrasi yang berlangsung di kawasan Renon, Denpasar pada Sabtu (30/8) malam diwarnai kericuhan. (BP/ken)

DENPASAR, BALIPOST.com – Demonstrasi yang berlangsung di kawasan Renon, Denpasar pada Sabtu (30/8) malam diwarnai kericuhan. Massa aksi melakukan pelemparan terhadap aparat kepolisian yang sedang berjaga.

Pantauan di lapangan, kericuhan ini terjadi sekitar 10 menit. Massa bahkan merebut tameng polisi.

Suasana makin mencekam karena polisi membunyikan sirine untuk membubarkan massa. Bahkan sejumlah water cannon dikerahkan untuk memukul mundur massa aksi.

Baca juga:  Rekor Tambahan Kasus COVID-19 Nasional Kembali Pecah! Di Atas 12.800 Orang

Brimob berhasil memukul mundur massa sampai depan kantor Bank BPD di Renon. Setelah itu, sejumlah orang ditangkap aparat. Salah satunya adalah seorang berjaket ojek online (ojol).

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi yang berada di lokasi meminta agar massa aksi tidak bertindak anarkis. Ia mengingatkan kericuhan yang terjadi akan berdampak pada citra Bali sebagai destinasi wisata.

“Di tempat lain sudah terjadi tindakan anarkis, tapi jangan di Bali. Jangan anarkis dan merusak fasilitas publik karena akan berdampak negatif bagi Bali sebagai destinasi pariwisata. Itu yang saya ingatkan,” katanya.

Baca juga:  Demo Forkom SSB Minta Presiden Turun Tangan Atasi Darurat Sampah, De Gadjah Angkat Bicara

Dikatakannya demonstrasi yang digelar merupakan hak dalam menyampaikan aspirasi. “Demo tetap berjalan, situasi kondusif tetap dijaga,” tegasnya. (Kerta Negara/balipost)

 

BAGIKAN