Operasi pasar- Disperindag dan Pertamina menggelar operasi pasar menyikapi kelangkaan pasokan gas LPG 3 kg di tingkat pengecer/warung. (BP/Wir)

GIANYAR,BALIPOST.com – LPG 3 kg (gas melon) di wilayah Kabupaten Gianyar dalam beberapa hari terakhir dikabarkan langka di pasaran. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar telah melakukan pengecekan lapangan dan memang pasokan gas melon kosong di tingkat pengecer (warung). Masyarakat pun diminta membeli elpiji di tingkat pangkalan agar distribusinya tepat sasaran.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar Ni Luh Gede Eka Suary SE., M.Si, Senin (3/6) mengatakan, untuk mengatasi kelangkaan pasokan gas melon di tingkat pengecer Disperindag telah melakukan operasi pasar. Program ini untuk menyambut hari agama dan menekan inflasi daerah. “Ini juga untuk menepis rumor adanya kelangkaan LPG 3 kg, Disperindag Gianyar sudah turun melakukan pengecekan di lapangan,” ucapnya.

Baca juga:  Olahraga Arung Jeram Pertama Kali Dilombakan di PON XXI

Eka Suary menjelaskan, di pedagang eceran/warung memang sulit ditemukan pasokan LPG 3 kg. “Kami pastikan pasokan LPG 3 kg bukan langka karena kuota masih tersedia,” ucapnya.

Ia menjelaskan, kabupaten Gianyar memiliki kuota dan masih memungkinkan menyalurkan kuota LPG 3 kg tersebut. Untuk itu kami mempercepat agar masyarakat mendapatkan LPG, Disperindag bekerjasama dengan Pertamina menggelar operasi pasar guna menyalurkan LPG 3 kg agar tepat sasaran.

Baca juga:  Begini, 12 Cara Ampuh Kurangi Pengeluaran Bulanan

 

Eka Suary memaparkan Disperindag bersama Pertamina telah menyasar desa-desa membawa LPG 3 kg. Ini langkah TPID Kabupaten Gianyar melalui Disperindag untuk menekan inflasi.

Dicontohkannya, Disperindag Kabupaten Gianyar menggelar operasi pasar LPG 3 kg di Desa Mas, Desa Lebih dan Desa Batubulan. Operasi pasar ini untuk menjawab permasalahan masyarakat LPG disinyalir langka. “Operasi pasar kami gelar sudah dari 3 hari lalu,” tuturnya.

Isu kelangkaan gas melon ini terjadi karena pedagang pengecer kehabisan pasokan LPG 3 kg. Elpiji yang dipasarkan melalui pengecer/warung disinyalir tidak tepat sasaran.

Baca juga:  Pencabutan Perda Jalur Hijau Dibahas, DPRD Buleleng Minta Pemkab Jamin Tak Ada Alihfungsi

Eka Suary menekankan kuota masih ada. Disperindag mengharapkan masyarakat yang membutuhkan agar mencari pasokan di tingkat pangkalan. “Penyaluran LPG 3 kg di tingkat pangkalan dipastikan menjadi tepat sasaran,” tegasnya. (Wirnaya/Balipost)

BAGIKAN