MANGUPURA, BALIPOST.com – Desa Adat Kerta, Desa Petang, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung melaksanakan upacara mendem padagingan di salah satu palinggih Pura Desa setempat. Upacara ini serangkain upacara Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Manawa Ratna, Ngusaba Desa Ngusaba Nini dan Tawur Agung di Pura Desa.

Bendesa Adat Kerta, I Wayan Gede Suwetra menyampaikan puncak Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Manawa Ratna, Ngusaba Desa Ngusaba Nini dan Tawur Agung di Pura Desa, Desa Adat Kerta jatuh pada Anggara Kliwon Prangbakat tanggal 28 Mei 2024 yang akan datang. Pada tanggal 13 Mei 2024 dilaksanakan upacara Caru Manca Kelud, Rsi Gana, Mendem Pedagingan dan Melaspas.

Baca juga:  Desa Adat Tanjung Bungkak Gelar Karya Mamungkah di Pura Dalem Tanjung Sari

Dalam upacara ini dana yang dipergunakan untuk pelaksanaan upacara dan Perbekel Desa Petang sudah dari awal ikut serta membantu dalam perbaikan Pura Pucak Alit dengan tenggang waktu yang singkat bisa selesai dan dipelaspas saat ini.

Adapun persiapan pelaksanaan upacara tersebut, kata Gede Suwetra masyarakat Desa Adat Kerta sudah dimulai dari Umanis Galungan dan biaya yang digunakan berasal dari bantuan Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp1,5 miliar, Jaton Bakti krama masyarakat dan punia-punia dari masyarakat setempat serta masyarakat lainnya.

Baca juga:  Desa Adat Dalem Setra Batununggul Pasupati Pelawatan

Sebagai wujud bhakti dan dukungan pemerintah, Wakil Bupati (Wabup) Badung, Ketut Suiasa  juga menyerahkan dana upacara secara simbolis sebesar Rp1,5 Miliar dan Pemerintah Desa Petang membantu Rp30 juta yang diterima.

Wabup Suiasa menyampaikan kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat tidak lain untuk meringankan beban masyarakat seperti membantu pembangunan Pura Desa.

Terlaksananya karya agung di Pura Desa, Desa Adat Kerta ini, lanjut Ketut Suiasa, karena masyarakat/krama telah mampu melaksanakan kewajiban utama yang berkaitan dengan agama, salah satunya bersama-sama memiliki komitmen untuk memperbaiki pura dan melaksanakan upacara yadnya seperti sekarang.

Baca juga:  Perlu Dukungan, Indonesia Targetkan 20 Juta Hektar Perairan Masuk Kawasan Konservasi

Ini merupakan wujud nyata dan sinergitas, kebersamaan, hasil komunikasi dan koordinasi antara masyarakat sehingga upacara ini bisa terlaksana. (Parwata/balipost)

BAGIKAN