Pangkogabwilhan II Marsdya TNI M. Khairil Lubis mengecek peserta apel gelar pasukan pengamanan KTT WWF ke-10 di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur. (BP/ken)

DENPASAR, BALIPOST.com – TNI dan Polri melaksanakan apel gelar pasukan pengamanan KTT WWF ke-10 di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur, Rabu (15/5). Apel tersebut dipimpin Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II Marsdya TNI M. Khairil Lubis dan Kabaharkam Polri Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran.

TNI mengerahkan pasukan sniper untuk mengamankan pelaksanaan WWF tersebut. “Kami juga melibatkan BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara), sampai saat ini belum ada berita-berita negatif atau miring. Kami juga menyiagakan Satgas Pam (pengamanan) Bandara yang mengatur kedatangan dan keberangkatan untuk spot-spot penerbangan. Kita punya Koopssus, Paspampres, sudah punya bagian-bagian siapa, berbuat apa dan bagaimana. Termasuk sniper,” ujar Marsda Khairil Lubis.

Khairil Lubis menyampaikan KTT WWF sudah berlangsung beberapa tahun sebelumnya dan kali ini Indonesia sebagai tuan rumah. Menurutnya permasalahan air ini tidak lepas dari global warning sejak 15 tahun lalu saat Bambang Susilo Yudhoyono sebagai Presiden RI sudah mengingatkan.

Baca juga:  PPDB SD dan SMP di Denpasar Segera Dimulai, Ini Tahapannya

Saat ini sudah rasakan global warning itu nyata, air mulai berkurang, hutan gundul, banjir dan sebagainya. Diharapkan dengan kehadiran sekitar 13 kepala negara membahas air untuk kesejahteraan masyarakat bisa diselesaikan.

“KTT seperti ini sudah berkali-kali dilaksanakan di Bali dan kita bersyukur masyarakat Bali yang memang sangat welcome . Dengan pengamanan TNI, Polri yang sudah ada pembagian ring 1,2 dan 3, kekuatan alutsista dikerahkan kita berharap (WWF) berjalan aman, lancar tapi tetap antisipasi gangguan-gangguan seperti perkembangan informasi dan siber,” tegasnya.

Sedangkan saat beri sambutan, jenderal bintang tiga di pundak ini mengatakan KTT WWF merupakan forum internasional yang diadakan oleh World Water Council atau Dewan Air Dunia yang memiliki komitmen untuk membahas tentang isu-isu air secara global demi kepentingan bersama. Pertemuan kali ini mengambil tema water for shared prosperity yaitu pengelolaan air secara berkelanjutan dan inklusif. Diketahui bersama bahwa air merupakan urat nadi kehidupan semua makhluk sehingga perlu pengelolaan yang bijak.

Baca juga:  Denpasar Masih Laporkan Puluhan Pasien COVID-19 Harian, Desa Ini Sumbang Kasus Terbanyak Juga Pasien Termuda di Bawah Setahun

Momentum KTT WWF ini menegaskan peran strategis Indonesia dalam mendorong pengelolaan air untuk kesejahteraan bersama.

Dengan berbekal pengalaman, pengetahuan, dan teknologi, Indonesia berperan sebagai agen perubahan dalam mempromosikan solusi inovatif serta berkelanjutan untuk tantangan air di tingkat lokal, regional dan global.

“Kita patut bangga mendapat kepercayaan internasional menjadi tuan rumah karenanya kegiatan ini harus berjalan dengan baik, tertib, aman dan lancar,” ucap Khairil Lubis.

Pengamanan KTT ini digelar dengan mengerahkan lebih dari 12 ribu orang, baik prajurit TNI maupun anggota Polri serta didukung oleh instansi pemerintah terkait. Tentunya bertujuan untuk mampu mencegah setiap ancaman, oleh karena itu setiap personel harus memahami peran, fungsi dan tugas masing-masing secara profesional.

Setiap personel harus peka terhadap perkembangan situasi dan senantiasa menjaga kesiapsiagaan serta responsif terhadap setiap ancaman ataupun permasalahan yang mungkin bisa timbul.

Tunjukan integritas dan sinergisitas antar instansi dengan mengedepankan bekerja bersama-sama agar tugas berjalan dengan baik tanpa hambatan ataupun gangguan karena martabat negara dipertaruhkan bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga:  Sampah Laut Ancam Biota, Bali Perlu 10 Kapal Pembersih untuk Penanganan

Bagi seorang prajurit, tugas merupakan kehormatan diri dan dalam pelaksanaan pengamanan ini perlu sikap tegas tetapi harus mengedepankan sikap humanis dan adaptif terhadap lingkungan agar tidak menimbulkan kesan yang menegangkan.

“Ada beberapa hal yang menjadi penekanan demi keberhasilan tugas kita. Pertama, laksanakan tugas secara profesional dan proporsional serta ikuti aturan dan hukum yang berlaku. Kedua, ikuti setiap perkembangan situasi, jangan pernah lengah dan responsif terhadap setiap gangguan atau hambatan. Ketiga, tingkatkan koordinasi untuk mewujudkan integritas dan sinergisitas antar instansi. Keempat, manfaatkan teknologi yang modern dan kerahkan segala kemampuan untuk melaksanakan tugas secara totalitas dan ikhlas. Kelima, adaptif terhadap lingkungan, ajak dan himbau masyarakat ikut berperan serta untuk mensukseskan KTT World Water Forum ini,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN