Pemerintah Buleleng Masih Siapkan Beras Subsidi. (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Perumda Swatantra dan juga Perumda Pasar Argha Nayottama hingga bulan April ini masih menyediakan beras bersubsidi untuk masyarakat. Hal ini dilakukan untuk mengintervensi harga beras di pasaran, yang belakangan ini sudah cenderung menurun.

Beras subdisi ini dianggarkan dari Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dikelola oleh dua perumda. Harga beras yang dijual ke masyarakat pun dapat ditekan dan lebih murah karena mendapat subsidi biaya transportasi. Beras bersubsidi kualitas medium dapat dibeli di gerai perumda dengan harga Rp 13.500 per kilogram.

Baca juga:  Bali Dipastikan Bebas Internet Saat Nyepi

Direktur Umum (Dirut) Perumda Swatantra I Gede Bobi Suryanto dikonfirmasi, Minggu (14/4), menjelaskan bahwa subsidi harga beras ini merupakan kebijakan pemerintah untuk mengendalikan harga beras yang sempat mengalami lonjakan cukup tinggi, bahkan sempat menyentuh diangka Rp 16 ribu. Subsidi yang diberikan, secara otomatis membuat beras yang dijual lebih murah dengan kualitas medium dan hasil dari petani langsung. “Menetapkan standar harga beras yang dijual untuk masyarakat Rp 13.500. Jika harga di penyosohan lebih mahal dari standar harga beras pemerintah maka akan ditutupi dari subsidi ini,” terang Bobi.

Baca juga:  Perang Tipat-Bantal, Tradisi Unik Desa Kapal Kembali Digelar

Dengan memberikan subsidi silang ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng pun masih memperoleh keuntungan. Keuntungan yang dilakukan dengan melakukan subsidi silang dari penjualan beras premium yang ada.”Keuntungan perumda akan di subsidi silang dari hasil penjualan beras premium. Meskipun sedikit, setidaknya bisa berbuat untuk masyarakat,”paparnya.

Menurut Bobi Perumda Swatantra sudah menyiapkan beras subsidi sebanyak 50 ton. Pada bulan Januari dan Februari penyiapan beras sebanyak 10 ton, Maret meningkat menjadi 20 ton dan April sedang bergerak di angka 10 ton.

Baca juga:  BMKG Ingatkan Waspadai Gelombang Tinggi Capai 6 Meter

Keberlangsungan subsidi beras ini kata Bobi akan disiapkan sampai situasi harga beras di pasaran normal. Pihaknya akan melakukan evaluasi, apakah keberlanjutan program subsidi ini dilanjutkan atau tidak.”April ini akan dievaluasi nanti apakah akan dilanjutkan sampai Mei atau di stop,”tandasnya. (Nyoman Yudha/Balipost)

BAGIKAN