LPG 3 kg di pangkalan resmi tersedia dalam jumlah yang cukup. (BP/may)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pertamina menambah penyaluran LPG 3 kg sebanyak lebih dari 130 ribu. Hal itu dilakukan untuk menambah rasa aman dan nyaman masyarakat di pulau Bali selama libur lebaran dan peningkatan wisatawan di masa libur lebaran tahun ini.

Area Manager Comm, Rel & CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi, Kamis (11/4) mengatakan, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menggelontorkan tambahan 138.320 tabung LPG 3 Kg bersubsidi secara bertahap mulai dari H-7 hingga H+7 Lebaran. Jumlah tersebut 53% dari konsumsi normal harian LPG 3 Kg bulan April sebesar 262.897 tabung per hari atau setara 789 metrik ton/hari.

Baca juga:  Lakukan Razia, Polisi Dapati Harga Sanitizer Rp 138 Ribu Sebotol Kecil

Konsumsi LPG secara keseluruhan di bulan Ramadan Idul Fitri diprediksi naik 2,2% dengan puncak konsumsi H-3 hingga H+2 Idul Fitri. “Kami tidak ingin momen libur ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungan dengan meningkatkan harga jual diatas HET. Sehingga kami persiapkan sekitar 138.320 tabung dengan tujuan menstabilkan harga di masyarakat,” ujar Ahad.

Stok LPG untuk wilayah Bali cenderung sangat aman. Ditopang oleh 1 terminal LPG, yakni di Supply Point Utama di Integrated Terminal Manggis dengan total stok LPG mencapai 3.356 metrik ton saat ini. Dengan konsumsi normal harian 816 metrik ton per hari, stok saat ini dikataka sangat aman.

Baca juga:  Viral Ludahi Perempuan, Pegawai Pertamina Dibebastugaskan

Adapun tambahan tersebut berbeda besaran tiap kota/kabupaten berdasarkan pantauan kenaikan konsumsi dengan daftar terlampir. “Setiap kabupaten/kota di pulau Bali mendapatkan tambahan yang bervariasi mulai dari paling kecil 49% hingga 57% dari rata rata konsumsi harian berdasarkan proyeksi peningkatan konsumsi di masing-masing daerah,” imbuh Ahad.

Meski demikian ia menyayangkan masih banyak masyarakat yang enggan membeli ke pangkalan LPG resmi Pertamina. “Rata-rata alasannya (tidak beli di pangkalan-red) karena praktis cari yang dekat saja. Kalau begitu, ketika harganya melambung di pengecer harusnya masyarakat tidak perlu resah akibat pilihan sendiri. Padahal, di pangkalan tersedia stok LPG melimpah dengan harga sesuai HET. Ini sama halnya seperti mengeluhkan harga BBM eceran. Untuk itu, kami menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan pembelian di pangkalan resmi pertamina dengan jumlah yang wajar sesuai kebutuhan agar mendapat harga HET Bali Rp 18.000,” pungkas Ahad. (Citta Maya/Balipost)

Baca juga:  Gempa di Kutsel Akibat Aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *