
MANGUPURA, BALIPOST.com – Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, kabar baik datang bagi masyarakat Bali. Stok LPG 3 kg dipastikan aman, bahkan Pertamina menambah pasokan ratusan ribu tabung untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan.
Selama dua pekan ke depan, masyarakat Bali akan merayakan Hari Raya Galungan pada 17 Juni dan Kuningan pada 27 Juni. Momentum sakral bagi umat Hindu ini biasanya diiringi peningkatan aktivitas rumah tangga dan upacara adat yang berdampak pada konsumsi energi, terutama elpiji 3 kg.
Menjawab kebutuhan tersebut, Pertamina Patra Niaga memastikan stok energi di Bali dalam kondisi aman dan cukup. Fokus utama diarahkan pada ketersediaan elpiji 3 kg yang menjadi kebutuhan utama masyarakat selama perayaan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipatif, termasuk penambahan pasokan.
“Pada momen perayaan ini, produk LPG menjadi primadona yang digunakan dalam aktivitas masyarakat. Guna menghadapi lonjakan permintaan, kami telah memitigasi melalui pelaksanaan penyaluran tambahan (extra dropping) sebagai tambahan penyaluran diluar penyaluran reguler untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat. Di sisi lain untuk layanan BBM, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus akan melaksanakan build up stock sesuai kebutuhan dan pengecekan sarfas SPBU secara intensif berikut pengecekan aspek Quantity and Quality (QQ) BBM,” terang Ahad pada Selasa (16/6).
Sebagai bentuk kesiapan, Pertamina menyalurkan tambahan elpiji hingga 95 persen dari rata-rata harian atau setara 258.160 ribu tabung untuk wilayah Bali. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan sehingga masyarakat dapat menjalankan rangkaian upacara dengan tenang.
Tak hanya itu, Pertamina juga memastikan seluruh infrastruktur distribusi dalam kondisi siaga. Petugas disiagakan di berbagai titik untuk menjamin kelancaran penyaluran, baik LPG maupun BBM.
Ahad juga mengingatkan masyarakat agar tetap bijak dalam membeli elpiji, terutama subsidi 3 kg.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membeli produk secara berlebihan, terutama LPG. Masyarakat jangan mudah terpancing atas informasi yang belum tentu kebenarannya, jangan sampai kekhawatiran masyarakat dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya. (Parwata/balipost)










