SEMARAPURA, BALIPOST.com – Krama Desa Adat Sompang melaksanakan karya ngenteg linggih wraspati kalpa, tawur balik sumpah, pemalaspas agung, makebat daun mangun ayu di  Pura Dalem dan Pura Prajapati.

Rangkaian karya ini berlangsung dari 10 Januari hingga 27 Maret 2023.

Puncaknya pada rahina Budha Umanis Julungwangi pada Rabu, 14 Februari 2023 yakni karya ngenteg linggih, mahingkup, piodalan, mekebat daun serta mangun ayu.

Baca juga:  Ini, Diduga Penyebab Elpiji dan BBM Langka di Lembongan

Selain itu juga dilaksanakan upacara yang berkaitan dengan yadnya tersebut sesuai dengan bantang karya atau dudonan karya seperti pada umumnya. Karya tersebut dipuput sepuluh sulinggih, diantaranya Ida Pedanda Gede Putra Kekeran juga sebagai yajamana karya, Ida Pedanda Budha, Ida Pedanda Putu Gunung dan Ida Rsi Begawan Dwija Darma Niasa.

Bendesa Adat Sompang, I Gusti Ketut Astina Lanang Oka menjelaskan, karya tersebut dilaksanakan setelah pemugaran bangunan di pura tersebut tuntas.

Baca juga:  Desa Adat Manduang Kukuhkan Prajuru Masa Bakti 2023-2027

Pemugaran pura skala kecil dilakukan beberapa tahun lalu secara bertahap.

Sedangkan pemugaran skala besar dimulai awal 2023 yaitu beberapa bangunan di jeroan, madyaning mandala, termasuk Pura Prajapati.

Sesuai dengan filosofi, dilaksanakan karya ini bertujuan ngelinggihang kembali Ida Bhatara yang berstana di Pura Dalem dan Pura Prajapati melalui penyucian kembali semua parahyangan yang ada dan menyucikan semua bangunan dengan sarana upacara yang disebut karya ngenteg linggih dengan demikian diharapkan atas dasar bakti yadnya tersebut pengempon pura diberikan kerahajengan, kerahayuan, kedamaian dan kesejahteraan. (Kerta Negara/balipost)

Baca juga:  VIDEO: Raja Salman di Indonesia, 10 MoU akan Ditandatangani Selama Kunjungan

Simak selengkapnya di video

BAGIKAN