DENPASAR, BALIPOST.com – Perencanaan pembangunan yang dilakukan secara terencana dan terstruktur dipastikan akan dapat menghasilkan output yang baik. Sebuah perencanaan pembangunan tidak saja diperlukan bagi instansi pemerintah serta lembaga-lembaga negara lainnya.

Namun, sebuah perencanaan pembangunan juga sangat diperlukan oleh lembaga adat yang ada. Kondisi ini pula yang telah dilakukan oleh Desa Adat Panjer. Desa adat ini telah merancang sebuah rancangan pembangunan lima tahun ke depan.

Baca juga:  Ketimpangan Investasi Bisa Jadi Bom Waktu

Belum lama ini, prajuru adat setempat bersama beberapa komponen terkait lainnya telah menyusun rancangan perencanaan pembangunan lima tahun periode 2025-2029. Hadir pada kesempatan itu, Manggala Sabha Desa, Profesor I Nyoman Budiana, Kertha Desa, I Nyoman Astawa, serta seluruh prajuru Desa Adat Panjer.

Bendesa Adat Panjer, Anak Agung Ketut Oka Adnyana menjelaskan ada beberapa hal yang ingin dituju melalui penyusunan perencanaan pembangunan lima tahun Desa Adat Panjer ini. Yang pertama, diharapkan pihak Desa Adat Panjer akan dapat menganalisa latar belakang, maksud dan tujuan yang ingin dicapai dalam jangka lima tahun ke depan.

Baca juga:  Desa Adat Melaya Sosialisasikan “Pararem” Menjaga Lingkungan

Kedua, memudahkan dalam pemetaan kondisi Desa Adat Panjer saat ini, permasalahan yang dihadapi serta solusi pemecahan masalahnya.

Kemudian selanjutnya melalui penyusunan rencana pembangunan ini, diharapkan akan membantu dalam penentuan arah kebijakan pembangunan desa adat dalam lima tahun kedepan.

Lebih lanjut dijelaskannya, selama ini di Desa Adat Panjer selalu mengutamakan musyawarah guna membangkitkan partisipasi masyarakat yang merata dalam pembangunan. Dengan demikian diharapkan masyarakat dapat memberi masukan di dalam menyikapi segala permasalahan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Denpasar,  Ida Bagus Alit Wiradana menekankan pentingnya fungsi desa adat, yang dijadikan sumber dan pedoman pemikiran masyarakat guna berpartisipasi dalam penyelarasan pembangunan berlandaskan kebudayaan. (Asmara Putra/balipost)

Baca juga:  Setiap Purnama Kasa, Desa Adat Subaya Gelar Upacara “Naur Kelaci”
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *