Diskominfosanti Buleleng Lakukan Penguatan Sinyal di Sejumlah TPS. (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Sebanyak 18 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Buleleng terpantau mengalami kekosongan sinyal internet atau blank spot jelang hari pencoblosan. Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Kabupaten Buleleng melaksanakan upaya penguatan sinyal di daerah yang mengalami kendala itu.

Kepala Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan pada minggu (11/2) mengatakan, dari hasil monitoring yang dilakukan 18 TPS yang mengalami blank spot itu tersebar di sejumlah wilayah, semisal 4 TPS di Desa Gesing, Kecamatan Banjar, 2 TPS di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, 3 TPS di Desa Depeha,Kecamatan Kubutambahan, 3 TPS di Desa Les,Kecamatan Tejakula, 1 TPS di Desa Penuktukan,Kecamatan Tejakula, 1 TPS di Desa Sambirenteng,Kecamatan Tejakula dan 4 TPS di Sembiran, Kecamatan Tejakula. “ yang 18 TPS ini sudah kita optimalkan langsung, kita bekerjasama dengan penyedia terdekat agar bisa lancar jalannya pemilu kali ini,” terangnya.

Baca juga:  Sejumlah Desa di Bangli Masih Blank Spot

Menurut Suwarmawan, sejumlah faktor menjadi penyebab tidak adanya akses internet di kawasan itu. Kondisi topografi yang ada di balik pegunungan dan perbukitan mengakibatkan koneksi jangkauan sinyal internet tidak ada. Oleh sebab itu, Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kominfo RI dan sejumlah provider internet untuk melakukan optimalisasi sinyal pada TPS yang mengalami blank spot tersebut. “Permohonan sudah dilayangkan melalui surat resmi, tidak hanya untuk optimalisasi pada titik blank spot tersebut, tetapi juga menjaga sinyal agar tetap stabil,” ungkap Suwarmawan.

Baca juga:  Kram dan Kelelahan, Pendaki Asal Denpasar Dievakuasi

Bahkan pihaknya menambahkan, jumlah TPS yang mengalami blank Spot diperkirakan akan lebih dari 18. Pasalnya monitoring masih dilakukan ke sejumlah daerah. “ Ini kita masih melakukan monitoring kembali, di Desa Cempaga, Kecamatan Banjar, kita juga temukan, di Desa Sidatapa juga sama,” tandasnya.

Selain bekerjasama dengan penyedia internet. Pihaknya juga berkordinasi dengan masyarakat terdekat, yang mempunyai jaringan internet yang memadai. Nantinya akan dipasang alat penguat untuk menambah jangkauan layanan hingga ke TPS. “Kita juga dibantu oleh masyarakat, alat warga nanti akan kita tambahi alat pendukung dan kabel, sehingga bisa membackup jaringan yang ada di TPS,” katanya.

Baca juga:  Pandemi, Maskapai Penerbangan Dalam Negeri Terpuruk

Pihaknya pun berencana akan menugaskan jajaran stafnya untuk standby selama pelaksanaan Pemilu, sehingga jika terdapat laporan terkait permasalahan koneksi internet, maka dapat cepat untuk ditangani. (Nyoman Yudha/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *