Wakil Ketua DPRD Gianyar, I Gusti Ngurah Anom Masta. (BP/Wir)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pernyataan saling serang terkait dengan pencairan hibah bansos 2023 di Kabupaten Gianyar memunculkan ketegangan dan hubungan yang kurang harmonis antara anggota DPRD Gianyar. Wakil Ketua DPRD Gianyar, I Gusti Ngurah Anom Masta Senin (22/1) mengajak semua anggota DPRD Gianyar menghentikan pernyataan saling serang itu untuk membuat suasana lebih kondusif.

Ia mengajak semua anggota DPRD Gianyar bersama-sama fokus menghadapi Pemilu 2024. Pemilu sudah didepan mata, sebaiknya hentikan saling serang statemen dan fokus menghadapi Pemilu yang akan digelar 14 Februari mendatang.

Dijelaskannya, semua anggota dewan memiliki kepentingan sama memenangkan pemilu sehingga perlu dipastikan pemilu agar berjalan dengan aman dan damai. “Mari kita hadapi pemilu ini dengan damai. Juga fokus mencari dukungan, sehingga kalau terpilih lagi sebagai anggota dewan, kita ada kesempatan untuk memperjuangkan masyarakat, termasuk memfasilitasi hibah bansos,” ucapnya.

Baca juga:  Hari Pertama Dirumahkan, Masih Ada Siswa ke Sekolah

Terkait dengan hibah bansos, dirinya selaku Wakil Ketua DPRD Gianyar yang paling rajin memimpin sidang, termasuk mewakili lembaga DPRD di undangan pihak lain juga merasakan hal sama. Tak semuanya hibah yang difasilitasinya keluar. “Sekitar Rp 600 juta hibah yang saya fasilitasi belum keluar, dikarenakan PAD terbatas dan bisa cek hibahnya Anom Masta,” ungkapnya.

Anom Masta kembali mengimbau dan mengajak anggota DPRD Gianyar menjaga kondusifitas di Gianyar menjelang pencoblosan Pemilu serentak yang tinggal menunggu hari. “Setelah memenangkan Pemilu mari kiranya kita bersama mengawasi hibah bansos untuk Tahun 2024,” ajaknya.

Baca juga:  KPU Klungkung Terima Tambahan Logistik Pemilu

Politisi Golkar ini, sangat menyayangkan, hanya karena hibah bansos sampai meminta PJ Bupati mundur dari jabatan. Anggota tidak boleh hanya menuntut hak hak saja, tetapi kita juga memiliki kewajiban sebagai anggota DPRD dilaksanakan dengan baik. “Seperti kami selalu memenuhi kewajiban untuk memimpin sidang atau rapat dewan,” tegas Anom Masta.

Berdasarkan informasi dikumpulkan saling serang pernyataan hibah bansos ini terjadi di kalangan anggota DPRD Gianyar. Adapun pihak yang menyerang Gus Gaga ialah Ketua Fraksi Indonesia Raya, Ngakan Ketut Putra.

Baca juga:  Operator Pastikan Kesiapan Jaringan saat Pesta Demokrasi Berlangsung

Sebelumnya, Ngakan Putra menyebut Gus Gaga tidak berdasar saat menyuruh Dewa Tagel Wirasa mundur dari jabatannya sebagai Pj Bupati Gianyar. Atas pernyataan tersebut, Gus Gaga menyebut Ngakan Putra sebagai juru bicara dadakan Pj Bupati.

Ketua Fraksi Indonesia Raya, Ngakan Ketut Putra melihat tidak cairnya hibah bansos yang difasilitasi Wakil Ketua DPRD Gianyar, Ida Bagus Gaga Adi Saputra maupun anggota lainnya, selain karena keterbatasan anggaran, juga disebabkan mereka tak proaktif. “Jadi anggota dewan seharusnya proaktif, buktinya saya banyak keluar berarti kita proaktif, ketika ada proposal yang kurang, kita bantu perbaiki. intinya kita harus lebih proaktif,” tuturnya. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN