Suasana Pemilu Expo 2024, Minggu (24/12). (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Menjawab keinginan milenial untuk mengetahui lebih dekat tentang partai politik, KPU Provinsi Bali memfasilitasi seluruh kandidat peserta pemilu lewat Pemilu Expo 2024, Minggu (24/12). Kegiatan yang rencananya digelar di mal ini tak mendapatkan izin oleh manajemen mal sehingga dilaksanakan di Lapangan Barat Bajra Sandhi, Renon.

Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan menjelaskan Pemilu Expo 2024 ini digelar untuk menjawab keinginan anak muda Bali yang ingin mengetahui lebih dekat tentang partai politik dan para calon pemimpin mereka nantinya. Pemilu Expo 2024 sejatinya direncanakan di mal, namun tidak mendapat sambutan positif dari manajemen mal.

Baca juga:  Pasien COVID-19 Meninggal di Bali Bertambah!! Ini Detilnya

Alasannya, khawatir menimbulkan kepadatan di mal dan terjadi konflik antarpeserta pemilu. Acara Pemilu Expo diramaikan dengan mimbar kampanye bergiliran yang disediakan untuk peserta pemilu dan stand up comedy yang me-roasting para pemilih muda agar tidak antipati menggunakan hak pilih. Setiap orasi kampanye ini diberikan durasi waktu selama 7 menit.

Setiap peserta pemilu disediakan stand yang dihias sesuai citra atau kekhasan masing-masing peserta pemilu. Ada 18 stand parpol dan 17 stand calon Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Bali disediakan. KPU juga menyediakan tiga stand untuk tim kampanye Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres).

Baca juga:  Kantor MUI Ditembaki, Pelaku Ditemukan Tewas

Sejumlah 38 stand ini dapat dikunjungi masyarakat untuk menggali visi, misi, program, dan informasi lain yang ingin disampaikan peserta pemilu. “Nanti kita akan lihat, karena kita akan uji apakah betul kader-kader partai politik ini memiliki orator-orator tangguh untuk meyakinkan para pemilih bahwa partainya harus dipilih. Termasuk apakah betul anggota-anggota DPD kita semuanya mau untuk berorasi, karena itu tidak mudah dilakukan di atas panggung nanti,” tandas Lidartawan. (Ketut Winatha/balipost)

Baca juga:  Dari Penerapan Sistem Ganjil-Genap hingga Bukan Bangsa Ecek-ecek
BAGIKAN