Arsip foto - Sekjen PBB Antonio Guterres berbicara kepada media di markas besar PBB di New York City (22/2/2022). (BP/Ant)

WASHINGTON, BALIPOST.com – Gencatan senjata penuh di Jalur Gaza didorong penuh oleh Sekjen PBB Anfonio Guterres pada Selasa (28/11). Hal ini dikarenakan jeda kemanusiaan antara Israel dan kelompok perlawanan Hamas Palestina tidak menyelesaikan masalah utama.

“Pertama-tama, saya ingin mengatakan bahwa jeda kemanusiaan merupakan langkah ke arah yang benar – merupakan simbol harapan, tetapi itu tidak menyelesaikan masalah utama yang kita hadapi,” kata Antonio Guterres dalam konferensi pers dengan Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki, dikutip dari kantor berita Antara, Rabu (29/11).

Baca juga:  PM Inggris akan Sampaikan 5 Rencana Ekonomi di KTT G20

“Oleh karena itu, kami menekankan perlunya gencatan senjata kemanusiaan yang mengarah pada pembebasan sandera tanpa syarat dan segera, serta kemungkinan memberikan bantuan kemanusiaan secara efektif kepada seluruh warga di Gaza, di mana pun mereka tinggal,” tambahnya.

Ketika ditanya tentang pesannya kepada pemerintah Israel yang mengatakan pertempuran akan berlanjut ketika jeda berakhir, Guterres mengatakan, pesan saya sangat jelas. Kita memerlukan gencatan senjata kemanusiaan.

Baca juga:  Sekjen PPB Antonio Guterres Tiba Di Bali

Qatar pada Senin malam mengumumkan kesepakatan untuk memperpanjang jeda kemanusiaan empat hari awal selama dua hari tambahan, untuk memungkinkan pertukaran sandera lebih lanjut.

Israel meluncurkan serangan militer masif di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober. Serangan tersebut telah menewaskan lebih dari 15 ribu orang, termasuk 6.150 anak-anak, dan 4 ribu perempuan, menurut otoritas kesehatan di daerah kantong tersebut. Sementara itu, jumlah korban tewas di Israel sebanyak 1.200 orang. (Kmb/Balipost)

Baca juga:  Jurnalis Miliki Peran Penting Berikan Informasi dan Mendidik
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *