Kegiatan literasi keuangan secara hybrid yang melibatkan 500 ibupreneur secara offline. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Peran ibu dalam menjaga keuangan keluarga sangat penting. Maka dari itu, para ibu harus diberdayakan agar dapat terliterasi dengan baik sehingga bisa memberikan informasi kepada generasi muda, dalam hal ini anak-anaknya. Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK Friderica Widyasari Dewi menyoroti peran ibu dalam menjaga keuangan keluarga.

Sementara itu, Komisaris Independen PT Permodalan Nasional Madani Nurhaida mengatakan, dengan inklusi keuangan yang baik, akses keuangan akan lebih merata sehingga pemberdayaan nasabah menuju tingkat kesejahteraan yang lebih baik akan tercapai. “Dengan akses keuangan yang merata akan membantu masyarakat dalam mencapai kesejahteraan hidupnya,” ujarnya belum lama ini.

Baca juga:  70 Persen Debitur Terdampak Erupsi Gunung Agung Tetap Penuhi Kewajibannya

Ia menekankan inklusi keuangan masyarakat juga akan lebih mudah jika dilakukan secara bersama-sama melalui sinergi dan gotong royong. Namun sebelum pemerataan akses tersebut, dibutuhkan literasi keuangan agar pemanfaatan ke depannya lebih optimal.
“Hal ini sejalan dengan fokus PNM pada pemberdayaan nasabah melalui pembiayaan dan pendampingan,” ungkapnya.

Pemberdayaan diarahkan pada peningkatan kesejahteraan nasabah, terutama pada pembangunan ekonomi yang menciptakan multiplier effect terhadap pembangunan sosial dan lingkungan. Selain memberikan edukasi tentang akses keuangan, ia juga memfasilitasi nasabah binaannya dalam meningkatkan inklusi keuangan dengan membantu kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), pembiayaan UMKM, dan program pendampingan.

Baca juga:  Momentum Ramadan dan Lebaran Diproyeksikan Mengerek Kinerja Bisnis Kecil dan Menengah BRI

Ia mengutarakan pihaknya secara berkelanjutan melakukan program pendampingan sebagai implementasi pemberdayaan nasabah. “Pendampingan ini menjadi kata kunci yang membedakan lembaga pembiayaan lain dengan PNM. Kami selalu memberikan pendampingan kepada nasabah yang telah diberikan pembiayaan,” imbuhnya.

Dengan adanya kegiatan literasi keuangan secara hybrid yang melibatkan 500 ibupreneur secara offline dan 20.000 orang secara online, diharapkan skill dan pemahaman tentang produk-produk keuangan semakin bertambah. Ia juga mengimbau kepada seluruh peserta untuk tidak terjerumus pada produk keuangan illegal. (Citta Maya/Bali Post)

Baca juga:  Gamcheon di Korsel, Ide yang Menginspirasi Kepala Daerah
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *