Wayan Koster membacakan dedication of life dalam Rakernas ke-4 PDIP. (BP/Istimewa)

JAKARTA, BALIPOST.com – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, DR. Ir. Wayan Koster, M.M mendapat kehormatan dari DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk membacakan naskah “Dedication of Life” pada Rakernas ke-4 PDI Perjuangan di Jakarta International Expo, Jumat (29/9). Rakernas ke-4 PDI Perjuangan yang bertema “Kedaulatan Pangan untuk Kesejahteraan Rakyat” dihadiri Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Prof. Dr. (HC) Megawati Soekarnoputri.

Hadir pula Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo, Wakil Presiden Republik Indonesia, K.H Ma’ruf Amin, Ketua DPR RI, Puan Maharani, Calon Presiden Republik Indonesia, Ganjar Pranowo, Ketua DPP PDI Perjuangan, Bapak Muhammad Prananda Prabowo, dan Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan, Muhamad Mardiono, Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo, dan Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang, hingga puluhan ribu kader PDI Perjuangan dari tiga pilar partai (eksekutif, struktural partai, dan legislatif) juga hadir.

Baca juga:  Penyelenggara Pilkada Badung Dirapid Test, Belasan Reaktif

Koster membacakan “Dedication of Life” yang disusun oleh Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno pada 10 September 1966 ini dengan penuh khidmat. Saat pembacaan “Dedication of Life” suasana Rakernas ke-4 PDI Perjuangan yang sebelumnya terdengar suara gemuruh dari puluhan ribu kader PDI Perjuangan seketika hening.

Mereka meresapi setiap kata “Dedication of Life” yang dibacakan Koster untuk mengajak masyarakat melakukan pengabdian kepada Tuhan, Tanah Air, dan Bangsa. “Saya adalah manusia biasa. Saya des tidak sempurna. Sebagai manusia biasa Saya tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Hanya kebahagianku ialah dalam mengabdi kepada Tuhan, kepada Tanah Air, kepada Bangsa. Itulah dedication of life-ku. Jiwa pengabdian inilah yang menjadi falsafah hidupku, dan menghikmati serta menjadi bekal-hidup dalam seluruh gerak hidupku. Tanpa jiwa pengabdian ini Saya bukan apa-apa. Akan tetapi dengan jiwa pengabdian ini, Saya merasakan hidupku bahagia,- dan manfaat. Soekarno, 10 September 1966,“ kata Koster yang membacakan Dedication of Life dikutip dari rilisnya.

Baca juga:  Agus Mahayastra dan Agung Mayun Ambil Formulir Bakal Cabup dan Cawabup

Pembacaan pidato “Dedication of Life” Bung Karno merupakan hal yang sakral dalam prosesi acara di PDIP yang diawali dengan prosesi Panji- Panji Kebesaran Partai. Kemudian, diikuti prosesi parade Paskibraka dengan membawa Bendera Merah Putih dan bendera PDI Perjuangan.

Selanjutnya, puluhan ribuan kader serempak menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Sekjen DPP PDI Perjuangan,  Hasto Kristiyanto. Pembacaan Pancasila yang dipimpin oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jambi, Edi Purwanto, hingga menyanyikan hymne dan mars PDI Perjuangan dengan penuh semangat dan suara gemuruh dari puluhan ribu kader. (kmb/balipost)

Baca juga:  Beda Kondisi, Kemenangan Mahathir Diyakini Tak Merembet ke Indonesia
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *