Pj. Gubernur Bali, S.M. Mahendra Jaya menerima audiensi perwakilan sejumlah BEM Universitas Negeri dan Swasta se-Bali, di Jayasabha, Denpasar, Senin (25/9). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Penjabat (Pj.) Gubernur Bali, S.M. Mahendra Jaya menerima audiensi perwakilan sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri dan Swasta se-Bali, di Jayasabha, Denpasar, Senin (25/9). Menanggapi berbagai saran dan masukan yang disampaikan peserta audiensi terkait kewenangan Pj. Gubernur Bali dalam penyelenggaraan pemerintahan di Provinsi Bali, Mahendra menyampaikan apresiasinya.

Diharapkan masukan ini dapat memperkuat berbagai program-program pembangunan yang telah dicanangkan. Dirinya mengaku kewenangan yang dimiliki selaku Pj. tidak membatasi dirinya yang merupakan putra Bali untuk berbuat lebih banyak guna membangun Bali. “Dalam hal ini, saya sampaikan kewenangan Pj. tidak dibatasi, karena masih banyak jalan atau hal-hal yang bisa dilakukan diluar kewenangan yang telah diatur guna membangun tanah kelahiran saya ini. Bagi saya pribadi, amanah yang saya peroleh ini akan sepenuhnya saya manfaatkan untuk mendorong Bali lebih maju berdasarkan semangat ngayah. Melalui upaya-upaya lain seluas-luasnya akan berusaha membangun Bali,” ujar Mahendra Jaya.

Baca juga:  Kemiskinan Ekstrem di Bali "Aneh bin Soleh"

Seperti disampaikan pada berbagai kesempatan, Mahendra Jaya juga mengajak para anggota BEM berbagai universitas di Bali tersebut untuk turut serta berpartisipasi dengan jalan bergotong royong sesuai kearifan lokal  yang telah bertumbuh dan mengakar di kehidupan masyarakat Bali.

“Kita di Bali telah mewarisi kearifan lokal yang sangat bermakna bagi kehidupan, mari kembali galakkan ini. Dengan slogan ‘Ngrombo’, melibatkan berbagai elemen masyarakat, mari kita secara bersama-sama atasi berbagai permasalahan yang terjadi di Bali,” ungkapnya.

Terkait berbagai program – program pembangunan yang saat ini diselenggarakan Pemprov Bali yang meliputi seluruh seluruh sektor kehidupan, Mahendra Jaya menjelaskan dalam waktu dekat ini terdapat tiga permasalahan lain yang menjadi prioritasnya. Yakni, kemiskinan, stunting, dan peningkatan SDM generasi muda Bali yang berdaya saing ke depannya.

Baca juga:  Pj Gubernur Bali Mesti Lanjutkan Pondasi 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru

“Untuk program-program yang sudah dilaksanakan Gubernur sebelumnya Bapak Wayan Koster, saya sampaikan sudah sangat bagus, maka akan tetap saya pertahankan, jalankan dan saya perkuat. Di luar itu, yang menjadi fokus saat ini, yakni kemiskinan dan stunting sesuai perintah Bapak Presiden RI juga saat mendampingi beliau kemarin. Yang penting juga yakni SDM generasi muda kita, harus terus ditingkatkan. Saya berharap generasi muda yang sudah meniti karir di luar Bali harus bisa survive dan terus berjuang di sana, karena generasi-generasi itulah yang nantinya akan melindungi Bali dari sisi luar,” pintanya.

Menutup pertemuan tersebut, Pj. Gubernur Mahendra Jaya menyampaikan ucapan terimakasih sembari kembali menegaskan harapan terbangunnya kerjasama antara Pemprov Bali bersama BEM seluruh universitas di Bali dalam membangun Bali. “Terimakasih kepada adik – adik sekalian sudah membuat kajian untuk program – program yang dilaksanakan Pemprov Bali. Harapan saya kerjasama kita terus berlanjut untuk menjaga Bali, membangun Bali, kebaikan Bali, dan untuk masyarakat Bali. Saya buka ruang diskusi untuk membangun bersama adik-adik, jadi ke depannya saya berharap tidak hanya permasalahan yang disampaikan, namun juga saran – saran dan masukan solusi terhadap permasalahan yang disampaikan,” tandasnya.

Baca juga:  Novotel Bali Nusa Dua Hadirkan Ragam Tawaran Paket Pertemuan dan Akomodasi

Ketua BEM Universitas Udayana, Putu Bagus Padmanegara menyampaikan bahwa kehadiran mereka guna menyampaikan kajian terhadap berbagai program Pemprov Bali yang diharapkan nantinya bisa menjadi satu perspektif dalam pengambilan keputusan terhadap kebijakan-kebijakan yang akan dilaksanakan di Bali ke depannya. Adapun sektor-sektor yang menjadi perhatian mereka, diantaranya sosio ekonomi, pendidikan, budaya,  ESDM, pertanian, pariwisata, hingga penanganan sampah. (kmb/balipost)

BAGIKAN