Sejumlah pelinggih di Pura Dalem Pingit, Banjar Adat Kebon Kangin, Desa Adat Kebon, Tembuku rusak akibat tertimpa pohon tumbang. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Sejumlah pelinggih di Pura Dalem Pingit, Banjar Adat Kebon Kangin, Desa Adat Kebon, Tembuku tertimpa pohon tumbang. Musibah itu terjadi saat pelinggih tersebut sudah hampir rampung direnovasi dan akan dipelaspas.

Pemucuk Pemangku Pura Dalem Pingit I Dewa Gede Oka Arcana Mangku mengungkapkan peristiwa pohon tumbang terjadi pada Rabu (20/9), sekitar pukul 18.30 WITA. Pohon jenis kresek berukuran besar yang tumbuh di areal Pura itu tumbang menimpa lima buah pelinggih yakni Gedong Penyineban Ida Ratu Gede, pelinggih dasar, Palinggih Panggungan, Gedong Ida Ratu Sakti Nyoman Pengadangan dan Bale Peselang. “Saat kejadian tidak ada angin maupun hujan. Tiba- tiba tumbang,” ungkap Oka Arcana ditemui di lokasi Kamis (21/9).

Baca juga:  Usai Penyerahan, Atap Gedung Dewan Rusak dan Jebol

Kejadian itu mengakibatkan kelima Pelinggih mengalami kerusakan. Kata Oka Arcana, kelima pelinggih tersebut sedang dalam proses renovasi dan pengerjaannya sudah hampir rampung. “Rencana hari ini maunya pengerjaannya diselesaikan karena lagi dua hari (Sabtu) rencana akan dilaksanakan Upacara Rsi Gana dan dipelaspas,” katanya.

Akan tetapi karena adanya musibah itu, rencana tersebut tidak bisa terlaksana. Termasuk upacara pujawali yang sedianya dilaksanakan lima hari lagi pada Anggarkasih Tambur (26/9), terpaksa ditunda. “Kemarin kami sudah minta petunjuk ke Ida Nak Lingsir bahwa untuk sementara upacara pujawali ditunda,”ujarnya.

Baca juga:  Geopark Batur Direvalidasi Unesco, Ada 4 Rekomendasi Belum Ditindaklanjuti

Peristiwa pohon tumbang di Pura Dalem Pingit, Banjar Adat Kebon Kangin sudah beberapa kali terjadi. Dia mengungkapkan pada tiga bulan lalu, kejadian pohon tumbang sempat terjadi dan menimpa Pelinggih bale pesamuhan. Pasca peristiwa itu, pihak pengempon kemudian memutuskan untuk melaksanakan renovasi terhadap Pelinggih Bale Pesamuhan yang mengalami kerusakan sekaligus merenovasi lima Pelinggih lainnya.

Akibat musibah pohon tumbang yang terjadi Rabu (20/9), kerugian yang dialami pihak pengempon mencapai Rp 500 juta. Untuk menghindari terjadinya musibah yang sama dikemudian hari, pihak pengempon berencana akan melakukan pemangkasan terhadap pohon tersebut. Oka Arcana mengakui bahwa pohon yang tumbang itu selama ini dikeramatkan masyarakat. Sebab diyakini pohon itu sudah ada sebelum Pura itu didirikan. “Kedepan mungkin kita akan tunas atau pangkas pohon ini untk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,”pungkasnya.

Baca juga:  BPDASHL Berikan Pencacah Eceng Gondok ke Kelompok Masyarakat di Danau Batur 

Sementara itu berdasarkan pantauan, sejumlah petugas dari BPBD, Babinsa dan Bhabinkamtibmas bersama warga setempat melakukan penanganan terhadap batang pohon yang menimpa Pelinggih. Penanganan dilakukan dengan cara memotong batang menggunakan gergaji mesin. Penanganan batang pohon dilakukan dengan sangat hati-hati sebab posisi batang pohon yang tumbang ada yang tersangkut di atas bangunan yang tidak mengalami kerusakan. (Dayu Swasrina/Balipost)

BAGIKAN