Bupati Karangasem I Gede Dana dan Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa. (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Bupati Karangasem, I Gede Dana, dan Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa mengucapkan selamat atas dilantiknya Sang Made Mahendra Jaya, sebagai Pj. Gubernur Bali. Selama menjabat Pj. Gubernur Bali, Mahendra Jaya diharapkan mampu melanjutkan Pondasi 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru yang telah digagas Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau biasa disapa Cok Ace.

“Atas nama masyarakat Karangasem dan secara pribadi, kami mengucapkan selamat dan sukses, dengan dilantiknya Irjen Pol. Sang Made Mahendra Jaya sebagai Pj. Gubernur Bali. Semoga kepercayaan yang diberikan, dengan ditunjuknya sebagai Pj. Gubernur Bali, nantinya mampu menjalankan tugas dengan baik untuk kemajuan Bali,” ucap Gede Dana.

Baca juga:  Kemarau Berkepanjangan, Ratusan KK Manfaatkan Mata Air "Beji Pasucian"

“Kami berharap kepada Pj. Gubernur Bali bisa melaksanakan dan meneruskan program yang telah dicanangkan Gubernur Koster dan Wagub Cok Ace dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Sehingga pembangunan yang telah berjalan atau yang dirancang untuk kepentingan krama Bali bisa terus berjalan,” harapnya.

Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa menambahkan, secara pribadi dan selaku wabup Karangasem, pihaknya juga mengucapkan selamat bertugas kepada Irjen Pol Sang Made Mahendra Jaya sebagai Pj. Gubernur Bali sejak tanggal 5 September 2023, menggantikan Dr. Ir. Wayan Koster karena habis masa tugas sebagai Gubernur Bali.

Baca juga:  Gubernur Koster Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Booster di Tiga Kabupaten

Artha Dipa menambahkan, pihaknya berharap kepada Pj. Gubernur yang baru saja dilantik, khusus untuk Bali dan ke depannya untuk Kabupaten Karangasem, agar mampu melanjutkan program gubernur sebelumnya utamanya berkait adat, budaya dan kearifan lokal Bali yang memiliki keunikan tersendiri, yang berbeda dengan provinsi lainnya di Indonesia.

Pasalnya, saat ini banyak terjadi kasus adat yang memerlukan perhatian Pemerintah Daerah, menyeimbangkan pembangunan Bali melalui kebijakan Provinsi Bali yang lebih kongkret menyentuh masyarakat. Karena Bali sebagai Pusat Peradaban Dunia (Padma Bhuana), memiliki Pura Sad Kayangan, Kahyangan Jagat dan Dang Kayangan, perlu pemeliharaan, pelestarian dan juga upacara secara rutin.

Baca juga:  Ini, Tujuh Pimpinan OPD di Pemkab Karangasem Hasil Lelang Jabatan

“Pemerintah wajib ambil bagian atau hadir ikut memelihara bersama masyarakat (Pusat kekuatan Bali ada di sini). Terus tingkatkan upaya penggunaan bahasa dan aksara Bali, gali dan melestarikan Budaya Bali sebagai warisan leluhur yang nilainya tiada tara dan luar biasa, serta tingkatkan kesejahteraan petani dalam arti luas. Petani masih tertinggal dalam hiruk pikuk pembangunan dibanding pariwisata,” harap Artha Dipa. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *