Kerusakan bagian atap hingga plafon SDN 6 Bondalem. (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kondisi Sekolah Dasar Negeri 6 Bondalem rusak parah pada bagian atapnya. Kondisi ini pun sangat membahayakan para siswanya. Pihak sekolah pun mengantisipasinya dengan membuka kegiatan belajar mengajar di Aula Desa Setempat.

Kondisi tersebut terungkap di sela – sela pembacaan Pandangan Fraksi Golkar yang dibacakan oleh Ketut Dody Tisna Adi. Dalam laporannya kondisi tersebut rusak sejak 5 tahun belakangan ini. Namun hingga tahun 2023 ini,belum juga tersentuh perbaikan. Pihaknya pun mendesak agar pemerintah segera memperbaiki ruangan tersebut. Lantaran kerusakan terbilang parah dan mengantisipasi korban jiwa.

Baca juga:  Penyelamatan Pertanian Hanya Obsesi

“Kami harap tahun ini bisa terealisasi di APBD Perubahan, ini sudah barang tentu mencoreng citra Buleleng sebagai kota pendidikan,” katanya usai pembacaan pandangan Fraksi.

Sementara itu, Kepala SDN 6 Bondalem, Gede Gunarsajana mengungkapkan sejatinya ada 3 ruangan yang mengalami kerusakan cukup parah. Kerusakan meliputi ruangan kelas 1, kelas 2, dan kelas 3. Pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan melalui Data Pokok Kependidikan (Dapodik). Namun tak kunjung terealisasi.

Baca juga:  Penanganan COVID-19, Hari Ini Bali Pecahkan Dua Rekor

“Menunggu perbaikan kita arahkan para siswa ke aula. Meski kita antisipasi dengan terpal,namun itu masih belum efektif,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Made Astika menjelaskan, laporan kerusakan itu sudah diterima pada bulan maret lalu. Setelah dilakukan verifikasi memang betul kerusakan tidak hanya di atap,bahkan juga ditemukan kerusakan pada struktur gedungnya.

“Ini kalo diperbaiki,tidak bisa di perbaiki hanya satu kelas. Melainkan harus semua di rehab bagian atapnya, ini mungkin akan bertahap,” jelasnya.

Baca juga:  Dewan Minta Pengawasan Kafe Diperketat

Astika pun memperkirakan jika merehab ketiga ruang kelas yang rusak itu,dibutuhkan anggaran kurang lebih Rp. 635 juta rupiah. Sedangkan jika merebhab atapnya, hanya membutuhkan kurang lebih Rp. 200 Juta rupiah. Kami tidak bisa menjanjikan tahun ini diperbaiki. Tapi kami berupaya mengusahakannya,” tutupnya. (Nyoman Yudha/Balipost)

 

BAGIKAN