Masyarakat di wilayah Dalung, Kuta Utara harus antre untuk mendapatkan air bersih lantaran suplai air PDAM Badung ngadat. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Badung harus rela antre untuk mendapatkan air bersih. Kondisi ini terjadi karena suplai air dari Perumda Air Minum (Perumdam) Tirta Mangutama Kabupaten Badung mengalami kebocoran pipa.

Kebocoran pipa perusahaan pelat merah yang dikenal PDAM Badung inj terhenti sejak 1 Juli lalu, sehingga warga di wilayah, Sempidi, Kwanji, Dalung, Kerobokan, Muding, Petitenget, Legian, Seminyak, dan sekitarnya kesulitan mendapatkan air bersih. Direktur Teknik Perumdam Tirta Mangutama, I Wayan Suara saat dikonfirmasi Senin (3/7) tak menampik adanya kebocoran pipa.

Baca juga:  Air Keruh, Produksi Air Terkendala

“Pipa distribusi utama di Darmasaba ukuran 14 inci itu pecah hari Sabtu. Karena itu kita tutup semua jaringan transmisi. Karena itu jalur (pipa) yang utama,” ujarnya.

Menurutnya, kebocoran yang terjadi telah ditangani, sehingga pihaknya memastikan suplai air bersih segera normal kembali. “Sabtu sore (pipa) meledak. Sistem langsung di-off. kita langsung lakukan penggalian dan perbaikan, walaupun dalam kondisi hujan. Namun sekarang sudah dialirkan,” ucapnya.

Baca juga:  Disapu Air Bah, Pipa PDAM di Bunutin Kembali Putus

Pihaknya mengakui, belum mengetahui penyebab terjadinya kebocoran pipa lantaran pipa tersebut sudah berumur dan memiliki kekuatan 9 bar. “Kami tidak tahu secara pasti, tekanan air juga tidak tinggi, dan tidak ada kaitannya dengan terjadinya hujan. Tapi di jalur itu sudah ada tiga kali pipa pecah,” katanya.

kendati demikian, pihaknya akan siap mengirimkan air tangki jika ada permintaan dari masyaakat. “Itu (pengiriman air dari mobil tangki) merupakan bagian dari tanggung jawab kami. Tapi (perbaikan) hari ini sudah selesai, sekitar dua jam lagi selesai. Mudah-mudahan setelah itu mulai pulih,” tegasnya. (Parwata/balipost)

Baca juga:  Wacana Pindah Kantor PDAM Badung Kembali Mencuat
BAGIKAN