Kondisi salah satu bangunan yang terdampak hujan deras disertai angin kencang Sabtu (1/7) siang di Jembrana. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Cuaca buruk hujan deras yang mengguyur wilayah Jembrana sejak Sabtu (1/7) menimbulkan sejumlah kejadian. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana mencatat ada tiga kejadian yang mengakibatkan kerusakan di antaranya bangunan roboh dan pohon tumbang di jalan.

Selain itu, penyeberangan di Selat Bali juga sempat terkendala dengan gelombang tinggi. Akibatnya sebuah kapal penumpang kandas.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, Minggu (2/7) mengatakan tim reaksi cepat telah menangani tindakan awal laporan akibat cuaca buruk. Pada Sabtu sore, diketahui  ada sejumlah bangunan yang rusak akibat hujan dengan intensitas tinggi. Atap bangunan roboh diketahui di Balai Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkaragung dan atap rumah milik warga di Banjar Rangdu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo. “Kerusakan karena hujan deras intensitas tinggi dan kondisi atap bangunan sudah lapuk,” terangnya.

Baca juga:  Pohon Timpa Garasi dan Pos Kamling

Selain itu sejumlah pohon tumbang juga terjadi di Melaya dan di jalan Sudirman, Denpasar-Gilimanuk. Hujan disertai dengan angin kencang mengakibatkan pohon Waru diameter 40 cm di pinggir jalan Denpasar Gilimanuk tumbang hingga sempat menutupi akses jalan Denpasar-Gilimanuk.

Petugas langsung menangani dengan memotong pohon dan meminggirkan sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas. Sementara itu, pada Sabtu (1/7) siang, cuaca buruk yang terjadi di Selat Bali mengakibatkan Kapal KMP Nusa Makmur terseret arus hingga kandas keluar jalur.

Baca juga:  Akses Jalan Tertimbun Longsor, Puluhan KK di Dusun Sega Terisolir

Koordinator Satuan Pelaksana Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pelabuhan Gilimanuk, I Nyoman Agus Sugiarta, menyampaikan bahwa setelah dilakukan evakuasi, KMP Nusa Makmur kemudian berangkat kosong (tanpa muatan) menuju Pelabuhan Ketapang, Sabtu sore. Pihak BPTD Pelabuhan Gilimanuk menghimbau agar para nahkoda kapal selalu berhati-hati dan waspada. Cuaca di Selat Bali bisa berubah dengan tiba-tiba dan arusnya sangat kuat. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN