Sejumlah kendaraan terlihat antre di SPBU Kelurahan banyuasri pada Rabu ( 7/6). (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar, terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Buleleng. Antrian kendaraan tak terhindarkan seperti yang terlihat di SPBU 54.811.02 Kelurahan Banyuasri sejak, Senin pagi (7/6).

Puluhan kendaraan terlihat mengular di Kawasan SPBU yang terletak di Kelurahan banyuasri ini. Bahkan beberapa supir rela mengantre sejak pagi hari demi mendapatkan solar.

Baca juga:  Tiga Zona Merah Jadi Penyumbang Tambahan Kasus hingga Kematian Terbanyak

Seperti yang diungkapan Wayan Yustiana, supir truk asal Desa Penarukan ini,dirinya rela mengantri sejak pukul 08.00 pagi hingga siang demi mendapatkan solar. Kelangkaan juga menurutnya tidak terjadi di SPBU banyuasri, Melainkan SPBU Anturan, SPBU Sangsit juga ditemukan hal serupa. Kelangkaan solar bersubsidi ini diperkirakan mulai terjadi sejak dua hari lalu.

“Saya antre sejak pukul 08.00 Wita,ini masih banyak antrian di depan,entah karena stok minyak sedikit atau memang pasokan terlambat,belum tahu pastinya,” katanya.

Baca juga:  Fenomena Ini Sebabkan Suhu Bali Capai 35 Derajat Celsius

Dengan kondisi ini pengiriman material ke pembeli menjadi terhambat. Pihaknya berharap agar kelangan solar bersubsidi ini segera ditangani oleh pemerintah.

Sementara itu, Manajer SPBU 54.811.02 Banyuasri, Luh Putu Krisna Dewi mengungkapkan,jika kelangkaan ini diakibatkan kiriman pasokan dari pertamina terlambat. Padahal pihaknya memohon sesuai permintaan ke pihak Pertamina.

“Stok yang kita siapkan habis juga, kelangkaan ini sudah terjadi sejak 2 hari lalu,tidak ada konfirmasi dari pertamina terkait hal ini,” pungkas Krisna.

Baca juga:  Puluhan Ribu Peserta akan Hadiri Forum Air Sedunia 2024 di Bali

Meski terjadi kelangkaan, Pihaknya tidak melakukan pembatasan kepada pembeli. Hanya saja pihaknya menambah stok persediaan dari 8 Kilo Liter menjadi 16 Kilo Liter.

“Ramainya pembeli saat ini,membuat kita menambah permintaan,dari yang awalnya 8 kilo liter menjadi 16 kiloliter sekarang,” tambahnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN