Ilustrasi. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – DASH merupakan singkat dari Dietary Approaches to Stop Hypertension. Diet DASH didasarkan pada prinsip-prinsip makan sehat, diet ini juga dirancang untuk mencegah lonjakan tekanan darah, sehingga dapat mengatasi dan mencegah hipertensi.

Dikutip dari berbagai sumber, diet ini menekankan pada pola makan rendah garam namun tetap mengandung nutrisi seimbang. Tidak hanya mampu mencegah hipertensi, DASH juga mampu mengurangi risiko terkena penyakit lain seperti jantung, stroke, diabetes, osteoporosis, batu ginjal, dan kanker. Tidak ada larangan makan, hanya pola makan sehat yang sangat bermanfaat.

Penelitian DASH menunjukkan bahwa diet tinggi sayur, buah, dan hasil olahan susu rendah lemak yang kadar lemak jenuh dan lemak totalnya rendah serta tinggi kandungan kalium, kalsium, dan magnesium dapat menurunkan tekanan darah sistolik 6-11 mmHg dan tekanan darah diastolic 3-6 mmHg. Berikut panduan untuk menjalani diet DASH yang tepat :

Baca juga:  Dari Sejumlah Penjabat Polresta Diganti hingga Gempa di Selatan Bali

1. Kurangi Garam Pada Masakan

Garam menyebabkan hipertensi bila dikonsumsi secara berlebihan. Asupan garam (natrium) yang tinggi dapat menimbulkan retensi cairan atau tertahannya air di dalam tubuh.

Kondisi ini menyebabkan volume air dalam pembuluh darah meningkat sehingga tekanan di pembuluh darah pun naik. Oleh karena itu, penderita hipertensi perlu mengurangi asupan garam, termasuk Ketika menjalani diet DASH.

Untuk mengganti garam pada masakan, kita juga bisa menambahkan bahan-bahan lain, seperti bawang putih, bawang merah, jahe, kemiri, kunyit, kencur, laos, daun salam, sereh, lemon, cuka, merica, atau lada hitam.

Baca juga:  Wagub Cok Ace Buka Rakerda Pramuka Tahun 2022

2. Hindari Makanan Kaleng atau Olahan

Kita juga perlu menghindari makanan olahan atau makanan dalam kemasan seperti makanan kaleng, makanan cepat saji. Jenis makanan ini mengandung natrium yang tinggi sehingga berbahaya bagi Kesehatan kita.

3. Baca Label Makanan Saat Membeli Makanan Kemasan

Biasanya dalam satu bungkus makanan kemasan tersaji lebih dari satu sajian. Untuk mengetahuinya, kita bisa melihat jumlah sajiann perkemasan.

Setelah mengetahui berapa natrium yang terkandung dalam setiap satu sajian makanan tersebut, kita dapat menilai apakah makanan tersebut bisa kita konsumsi dan seberapa banyak makanan yang boleh dikonsumsi, sesuai dengan diet hipertensi yang sedang kita jalani.

Baca juga:  Setelah 6 Bulan Kabur Dari Rutan, Putu Suciawan Akhiri Pelariannya

Jika tidak terdapat tulisan mengenai banyak garam atau natrium yang terkandung kita dapat membaca pada bagian komposisi, apabila gara terletak pada urutan awal, kemungkinan produk tersebut mengandung banyak garam atau natrium.

4. Saat di Restoran, Minta Makanan Sedikit Garam

Pilihlah makanan yang mengandung sedikit garam atau minta tolong koki restoran untuk mengurangi atau memasakan makanan yang kita pesan tanpa garam. Contohnya saat memesan pizza, kita dapat memilih toping sayuran dan hindari toping keju. (Sinta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *