Rektor Unwar, Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP & E.,Sp.,ParK. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Rektor Universitas Warmadewa (Unwar), Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., purna tugas dari jabatannya, Kamis (16/3). Menahkodai Unwar selama 2 periode (2015-2019 dan 2019-2023), Prof. Widjana terbilang sukses membawa Unwar maju dan berkembang pesat dengan visi bermutu, berwawasan ekowisata, dan berdaya saing global yang dicanangkan pada tahun 2034.

Terbukti, Unwar menjadi perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia bagian Timur. Kesuksesan Prof. Widjana ini tidak terlepas dari pemikirannya yang visioner dan memiliki daya ingat yang luar biasa, sehingga mampu membawa Unwar berkembang seperti saat ini.

Di samping itu, Prof. Widjana dalam memimpin juga memiliki jiwa yang penyabar dan pengayom bagi semua bawahannya. Sehingga, Prof. Widjana dianggap sebagai orang tua yang memberi tuntunan kepada seluruh civitas akademika dalam melaksanakan swadharma.

Baca juga:  BI Programkan Bali Bersih Uang Lusuh

Hal ini diakui oleh Wakil Rektor I Unwar, Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. Selama 2 periode membantu Prof. Widjana, Nyoman Kaca menilai Prof. Widjana adalah pemimpin visioner dengan daya ingat yang luar biasa. Sebab, berbagai capaian positif Unwar selama delapan tahun belakangan tidak bisa dilepaskan dari peran Prof. Widjana. “Mari kita doakan agar beliau senantiasa panjang umur dan sehat. Kita tetap meminta petunjuk dari beliau selaku panglingsir,” ujar Nyoman Kaca.

Sementara itu, Ni Putu Pertamawati, SE.,MM., mengaku bersyukur diberikan kesempatan mendampingi Prof. Widjana sebagai Wakil Rektor II Unwar. Sehingga menjadi pengalaman berharga sepanjang hidupnya. Sebab, di bawah bimbingan Prof. Widjana, Pertamawati sukses menjalankan tugasnya. Menurutnya, Prof. Widjana adalah sosok senior yang berjiwa mengayomi dan penyabar. Ini dibuktikan saat dirinya curhat meminta solusi dan sering meminta izin karena urusan keluarga.

Baca juga:  Residivis Senpi Rakitan Ditangkap

Wakil Rektor III Unwar, Dr. Ir. I Wayan Parwata, MT., IPU., ASEAN Eng., menganggap sosok Widjana bukan sakadar pimpinan, melainkan orangtuanya sendiri. “Usia beliau 78 tahun. Saya ini mungkin lebih tepat jadi anak beliau. Kalau beliau lagi marah, ya saya anggap orangtua lagi menasihati anaknya. Beliau nggak lama kok kalau marah,” ujarnya.

Meskipun demikian, Prof. Widjana sendiri mengakui selama kepemimpinannya tidak luput dari kesalahan. Untuk itu, ia didampingi istrinya, Dr. Mirza Umiati, M.Hum., memohon maaf atas segala hal yang tidak berkenan.

Baca juga:  Tim Pengabdian Unwar Revitalisasi Perajin Perak di Desa Bongkasa Pertiwi

Ucapan terima kasih juga diucapkan kepada keluarga besar Rektorat Unwar yang telah bahu membahu membantu dan mendukung dirinya mengemban tugas menjadi Rektor Unwar selama 8 tahun. Ia berharap fundamen yang sudah ditanamkan saat ini terus bertambah kuat di bawah kepemimpinan rektor Unwar yang baru.

Kepada seluruh civitas akademika Unwar diminta agar loyal kepada rektor Unwar. Sehingga, visi Unwar yang bermutu, berwawasan ekowisata, dan berdaya saing global 2034 bisa tercapai. Sebab, tidak mudah untuk mencapai ini. Diperlukan dedikasi dan komitmen tang tinggi untuk mewujudkannya. (Winatha/balipost)

 

BAGIKAN