Barongsai ditampilkan serangkaian perayaan Imlek. (BP/Dokumen)

DENPASAR, BALIPOST.com – Perayaan Imlek rasanya tidak lengkap jika tidak ada Barongsai. Tarian asal Tiongkok ini menggunakan sarung menyerupai singa dan biasanya dipentaskan di kelenteng maupun tempat umum.

Barongsai memiliki fakta-fakta unik di dalamnya. Yuk simak berbagai faktanya :

1. Sudah Ada Sejak Ribuan Tahun

Barongsai merupakan tarian tradisional Tiongkok yang sudah ada sejak ribuan tahun. Tarian ini ada pada masa Dinasti Chin sekitar abad ketiga sebelum masehi yang ditujukan untuk mendatangkan keberuntungan. Kemudian, Barongsai mulai populer pada zaman Dinasti Selatan-Utara tahun 420-589 Masehi.

Baca juga:  Tabanan Gelar Parade Nusantara, Bupati hingga Forkopimda Kenakan Busana Tokoh Pewayangan

2. Ada Dua Jenis

Tarian ini terdiri dari dua jenis, yaitu Singa Utara yang memiliki surai ikal dan berkaki empat, serta Singa Selatan yang bersisik dan bertanduk. Singa Utara disebut Peking Sai di Indonesia, yang biasanya dimainkan dengan akrobatik dan atraktif. Sementara itu, Singa Selatan inilah yang disebut Barongsai. Singa Selatan lebih ekspresif dibanding Singa Utara dan memiliki berbagai macam jenis, yaitu Fo Shan dan Hok San.

3. Masuk ke Indonesia pada Abad ke-17

Barongsai diperkirakan masuk di Indonesia pada abad ke-17 ketika terjadi migrasi besar dari Tiongkok Selatan. Kesenian ini mulai dikenal ketika ada perkumpulan Tiong Hoa Hwe Koan.

Baca juga:  Badung Luluh, Pawai Ogoh-ogoh Tak Diselenggarakan

4. Sempat Dilarang di Indonesia

Pada zaman pemerintahan Soeharto, Barongsai sempat dilarang untuk dimainkan. Satu-satunya tempat di Indonesia yang dapat menampilkan tarian ini secara besar-besaran adalah di Kota Semarang, tepatnya di Sam Poo Kong atau dikenal juga dengan Kelenteng Gedong Batu.

5. Dilombakan di Ajang Olahraga

Kini, Barongsai telah diperlombakan di berbagai ajang perlombaan di Indonesia. Bahkan, kesenian satu ini telah diakui oleh KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia). Barongsai Indonesia telah meraih beberapa juara pada kejuaraan tingkat dunia.

Baca juga:  Tari Nyapuh Tirah Campuhan Ajakan Memuliakan Air

6. Simbol Keberanian

Berdasarkan kepercayaan masyarakat Tionghoa, singa dianggap sebagai simbol keberanian, kekuatan, kebijakan, dan keunggulan. Maka, tarian ini kerap dipentaskan saat Imlek sebagai pengusir roh jahat, serta agar memberikan kemakmuran dan keberuntungan bagi masyarakat Tionghoa.

Kamu tentunya dapat menyaksikan Barongsai saat Imlek di vihara atau tempat-tempat umum. Rayakan Imlek bersama keluargamu dan nikmati suasana kebersamaannya. (kmb/balipost)

BAGIKAN