Kawasan pembangunan rumah sakit internasional di KEK Sanur, Denpasar, Rabu (11/1/2023). (BP/Ant)

DENPASAR, BALIPOST.com – Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan alasan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan dilakukan di Sanur. Erick yang mendampingi Mantan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarno Putri saat mengunjungi KEK Sanur, Bali, Senin (16/1), mengatakan kawasan Sanur yang dibangun berdasarkan visi pariwisata yang dirintis Presiden pertama Soekarno untuk memajukan Indonesia di panggung turisme internasional.

Di kawasan seluas 41,26 hektare itu didirikan fasilitas kesehatan berupa rumah sakit dan klinik bertaraf internasional bekerjasama dengan rumah sakit terbesar di Amerika Serikat Mayo Clinic, revitalisasi Hotel Bali Beach atau Grand Inna Bali Beach (GIBB), convention center, ethnomedicinal botanic garden, dan commercial center untuk menampung UMKM. Hotel Bali Beach atau GIBB sebagai salah satu warisan yang direnovasi di KEK Sanur merupakan hotel rancangan Bung Karno yang dibangun pada 1963 dan selesai pada 1966.

Baca juga:  Masih Tunggu Wapres yang ke Jepang, Diduga Pengumuman Kabinet Digelar Rabu

“Kawasan Sanur Bali dipilih tak hanya faktor sejarah dan warisan dari Presiden pertama kita, Soekarno, tapi juga menguatkan kembali ide awalnya. Dengan KEK Kesehatan ini, kita memanfaatkan keindahan Bali untuk melayani pasien mendapatkan pelayanan kesehatan kelas dunia. Hal ini makin menglobalkan Sanur sebagai wisata kesehatan internasional,” ujar Erick dikutip dari Kantor Berita Antara.

KEK ini mengintegrasikan sektor kesehatan dengan pariwisata bertujuan memberikan layanan kesehatan inklusif, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi menuju energi berkelanjutan. Menurut Erick, Pulau Bali memiliki potensi besar untuk menjadi pusat wisata medis di Asia Tenggara sehingga punya dampak luas bagi peningkatan ekonomi masyarakat lokal.

Baca juga:  The ONE Legian & Hotel Vila Lumbung Beri Beasiswa Anak Stafnya

Dalam pengembangan KEK Sanur yang melibatkan BUMN In Journey, Hotel Indonesia Natour (HIN), Nindya Karya, Indonesia Healthcare Corporation (IHC), dan PP itu jumlah kamar di hotel tersebut akan ditambah dari 246 kamar menjadi 274 kamar. Konsep bangunan dan kamar akan lebih modern.

Transformasi kawasan wisata Sanur ini merupakan upaya revitalisasi kedua yang dilakukan Erick Thohir terhadap warisan Soekarno. Sebelumnya, Menteri BUMN juga mengubah Pusat Perdagangan Sarinah yang dibangun Bung Karno pada 1962 menjadi tempat kolaborasi para pelaku ekonomi kreatif sekaligus sebagai pusat UMKM nasional. (kmb/balipost)

Baca juga:  Belasan Kantong Jenazah Sudah Diterima RS Polri
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *