Arsip Foto - Warga melewati rumah yang rusak akibat gempa untuk menuju ke tempat pelaksanaan shalat di Desa Gasol, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Jumat (25/11/2022). (BP/Ant)

 

JAKARTA, BALIPOST.com -Hasil pemantauan dalam tujuh hari terakhir menunjukkan aktivitas gempa susulan sudah semakin jarang terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, dan gempa susulan yang terjadi magnitudonya mengecil. Demikian dikatakan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati.

“Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, maka masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing, dengan catatan kondisi bangunan rumahnya tidak mengalami kerusakan struktur,” katanya, dikutip dari kantor berita Antara, Senin (28/11).

Baca juga:  Fase Bulan Baru, Sejumlah Provinsi Berpotensi Rob

Kepala BMKG mengimbau warga yang struktur bangunan rumahnya tidak rusak akibat gempa bumi menata kembali perabotan di rumah mereka, memastikan jalur keluar dari rumah tidak terhalang benda apapun dan mengatur benda-benda berukuran besar dan berat sedemikian rupa sehingga tidak jatuh dan menimpa orang jika terjadi goncangan.

Selain itu, dia mengimbau warga memantau informasi terkini mengenai kejadian gempa bumi dari BMKG melalui aplikasi info BMKG atau layanan pusat panggilan 196.

Baca juga:  Hak Guru Makin Berkurang di RUU Sisdiknas

BMKG hingga Senin pukul 05.00 WIB mencatat 296 kali aktivitas gempa susulan setelah gempa dengan magnitudo 5,6 yang melanda wilayah Kabupaten Cianjur pada 21 November 2022 pukul 13.21 WIB.

Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, gempa susulan yang terjadi di Cianjur didominasi oleh gempa kecil dengan magnitudo 2 sampai 2,5. (Kmb/Balipost)

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *