Gubernur Bali, Wayan Koster saat melayani antusias para crew kapal boat, warga, dan wisatawan berfoto bersama saat meninjau operasional Pelabuhan Sanur, Sabtu (26/11) pagi. (BP/Ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster meninjau operasional Pelabuhan Sanur, Sabtu (26/11) pagi. Kedatangan orang nomor satu di Provinsi Bali disambut antusias oleh para kru kapal boat, warga, umat Hindu yang hendak sembahyang ke Pura Ratu Gede yang berstana di Pura Dalem Ped, Nusa Penida hingga wisatawan domestik dan mancanegara.

Kedatangan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali di Pelabuhan Sanur yang berarsitektur Jukung Mecadik dengan ornamen Patung Gajah Mina dimanfaatkan oleh crew kapal, warga, hingga wisatawan untuk bersalaman dan berfoto bareng. Gubernur Bali pun dengan penuh senyum melayani setiap permintaan bersalaman dan berfoto bersama warga, sembari mendengar ucapan terimakasih yang terus disampaikan oleh crew kapal, warga hingga wisatawan kepada Gubernur Koster dengan memberikan jempol.

“Pak Gubernur Bali, Pelabuhan Sanur sangat luar biasa, suksma Pak Yan, hidup Pak Yan (Gubernur Koster, red). Kami sudah tidak basah-basahan lagi menuju kapal. Sanur port is very convenient and beautiful. I went to Nusa Penida wanting a honeymoon,” ujar para crew kapal, warga, hingga wisatawan yang mau ke Pulau Nusa Penida.

Usai meninjau operasional Pelabuhan Sanur, Gubernur Koster yang didampingi Kadis Perhubungan Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta menjelaskan Pelabuhan Sanur telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu (Buda Wage, Ukir) 9 November 2022. “Tujuan saya berkunjung untuk memantau operasional Pelabuhan Sanur yang sedang melayani penumpang, masyarakat yang akan sembahyang ke Pura Ratu Gede yang berstana di Pura Dalem Ped, serta melayani wisatawan domestik dan mancanegara ke Nusa Penida,” ujar Gubernur Koster.

Baca juga:  Investasi Bagi Bali, Antara Berkah dan Masalah

Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini melihat Pelabuhan Sanur dirancang sangat bagus dan meruakan salah satu pelabuhan terbaik di Indonesia. Sebelum Pelabuhan Sanur terwujud, pada Tahun 2016 atau sebelum menjadi Gubernur Bali, Gubernur Koster telah menginisiasi pembangunannya kepada Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

“Saat itu, Saya sangat prihatin melihat masyarakat Bali dan wisatawan menyebrang ke Nusa Penida harus berbasah-basahan masuk ke kapal boat, sehingga para penumpang harus membuka sandal, sepatu, sambil menaikin celana dan kainnya, bahkan umat Hindu saat itu Saya lihat sangat sulit membawa ‘banten’ menuju kapal boat. Sekarang dengan adanya Pelabuhan Sanur, keberangkatan dan kedatangan penumpang dari dan menuju Sanur – Nusa Penida sudah sangat rapi. Begitu juga, proses nyandar kapal boat terlihat sudah sangat rapi,” tandasnya.

Mengakhiri kunjungannya, Gubernur Koster memberikan arahan kepada Kepala Wilayah Kerja (Kawilker) Sanur di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa, Ketut Suratnata agar betul-betul mengoperasikan Pelabuhan Sanur dengan sebaik-baiknya. Termasuk antrean penumpang, ruang tunggu, sirkulasi keluar masuk penumpang dan kapal boat juga dikelola dengan baik dan rapi. “Kita harus menunjukkan pariwisata di Bali berkualitas yang didukung oleh infrastruktur baru. Kemudian kebersihan di sepanjang kawasan Pelabuhan Sanur harus diperhatikan, demi terciptanya rasa nyaman bagi para penumpang. Jangan sampai ada yang membuang sampah sembarangan dan botol plastik jangan sampai terbuang ke laut,” pesan Gubernur Koster.

Baca juga:  Soal Peralihan Kewenangan Penerbitan SIM, Ini Kata Praktisi Hukum

Menurutnya, Baru kali ini melihat pelabuhan yang sangat bagus, indah, dan layak untuk melayani masyarakat yang akan berwisata dari Sanur, Denpasar menuju Nusa Penida, Klungkung. Ini betul- betul merupakan pelabuhan baru, karena belum ada sebelumnya atau sejak beratus-ratus tahun yang lalu. “Selamat kepada masyarakat Bali yang telah menggunakan pelabuhan ini dan sudah merasakan bagaimana keamanan dan kenyamanan yang didapat dari berfungsinya Pelabuhan Sanur,” ungkap Gubernur Koster.

Gubernur Koster menegaskan, di era pemerintahannya, tiga pelabuhan telah dibangun sekaligus. Yaitu, Pelabuhan Sanur di Kota Denpasar, Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan, Kabupaten Klungkung dengan total anggaran mencapai sebesar Rp 563 miliar (Pelabuhan Sanur sebesar Rp 376 miliar, Pelabuhan Sampalan sebesar Rp 90 miliar, dan Pelabuhan Bias Munjul sebesar Rp 97 miliar) bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). “Semua pendanaan Saya perjuangkan dari APBN, tidak ada dari APBD. Ini merupakan komitmen saya selaku Gubernur Bali untuk memperbaiki pelayanan transportasi laut bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang datang ke Bali, berkunjung ke Nusa Penida sebagai destinasi wisata utama dunia,” tegasnya.

Ketua Asosiasi Fastboat Sanur, Made Ariana menghaturkan rasa terima kasihnya kepada Gubernur Koster beserta jajaran Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Pusat yang telah memberikan pelabuhan yang tidak hanya bermanfaat luar biasa bagi masyarakat dan wisatawan, tapi juga memiliki tampilan yang ikonik dan estetik. “Saya betul-betul berterima kasih sudah diberikan fasilitas mewah seperti ini untuk dapat melayani penumpang kita. Sekarang, penumpang bisa aman dan sangat- sangat nyaman ketika menggunakan layanan boat dari pelabuhan. Karena dulu penumpang harus berbasah-basahan, sampai angkat celana, namun sekarang banyak yang menyambut baik, berkata ‘wow’ dengan fasilitas saat ini,’ kata Ariana saat bersalaman dengan Gubernur Koster.

Baca juga:  Korban Pohon Tumbang, Satu Orang Kakinya Hancur

Made Ariana yang merupakan Operator Maruti Express juga merasakan sistem ticketing dan atau booking tiket yang sebagaian besar telah menggunakan sistem online betul-betul memberikan kenyamanan dan layanan prima bagi calon penumpang. “Ini fasilitas yang sangat bagus, sehingga saat ini ada sekitar 45 kapal fast boat yang melayani ribuan penumpang menyebrang melalui Sanur menuju Nusa Penida, Nusa Lembongan, Nusa Ceningan hingga Gili Trawangan,” ungkapnya.

Kawilker Sanur Kantor Pusat KSOP Kelas II Benoa, Ketut Suratnata menjelaskan Pelabuhan Sanur sudah dioperasikan sejak 11 November 2022 secara bertahap. Pada 14 November 2022, tercatat seluruh kapal sudah beroperasi di Pelabuhan Sanur dengan melayani 3.500 orang per hari dan semuanya dengan manajemen yang baik, arus keluar masuk juga sangat berjalan dengan baik. “Dulu penumpang harus berbasah-basahan, tapi berkat perjuangan Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster kita bersyukur bisa melihat para penumpang aman dan nyaman menyebrang dari Sanur ke Nusa Penida,“ pungkas Suratnata. (Kmb/Balipost)

BAGIKAN