Ilustrasi. (BP/Istimewa)

SURABAYA, BALIPOST.com – Liburan di era digital tentunya tak jauh-jauh dari selfie, update IG, maupun Tiktok. Jika liburan ke luar negeri tentu akan ada banyak pengeluaran untuk layanan data.

Untungnya, menjelang akhir tahun ini, biaya roaming untuk melakukan komunikasi tak perlu dikhawatirkan lagi. Telkomsel telah meluncurkan Paket RoaMAX, yakni paket roaming terbaru dengan harga dan kuota yang setara dengan SIM card lokal di berbagai negara.

Vice President Consumer Sales Telkomsel Area Jawa Bali, Riny Novitriyanti, Jumat (18/11), dalam rilisnya mengatakan saat ini perjalanan maupun liburan ke LN sudah menjadi bagian gaya hidup masyarakat Indonesia. Bahkan menjadi jauh lebih aman, nyaman dan terjangkau, di era digital.

Baca juga:  Jalan Sehat Telkomsel 4G di Gianyar Diikuti Ribuan Warga

“Ini semua didukung adanya layanan internet, telepon dan SMS, dengan harga terjangkau dan bisa diandalkan. Segala aktivitas yang dilakukan selama perjalanan maupun liburan di luar negeri atau ke negara mana pun bisa didokumentasikan lewat media sosial maupun melakukan komunikasi setiap saat dengan keluarga di tanah air tanpa rasa khawatir biaya membengkak,” paparnya.

Telkomsel RoaMAX, jelas Riny, memberikan banyak keuntungan baik bagi pelanggan Telkomsel maupun bagi siapa saja yang akan melakukan perjalanan keluar negeri. Karena paket RoaMax memberikan dua pilihan yakni paket Roamax Prabayar dan paket RoaMax Halo.

Baca juga:  Per 1 Agustus Tarif Masuk Pulau Komodo Rp 3,75 Juta, Pemprov NTT Ungkap Alasannya

Tidak itu saja, Telkomsel RoaMAX memberikan kuota hingga 100GB dengan harga mulai dari Rp150.000 yang berlaku di berbagai negara di Asia, Australia, Eropa, Amerika Serikat dan Kanada. Tak hanya memberikan keuntungan saja, ini menjadi pilihan yang tepat saat melakukan perjalanan ke LN.

Selain memiliki jangkauan terluas juga memberikan layanan berkualitas terbaik yang menjangkau hingga 181 negara. “Sebagai operator paling Indonesia, Telkomsel juga bekerja sama dengan berbagai operator terbaik di dunia atau 390 operator. Teknologi yang digunakan adalah 4G dan 5G roaming,” jelas Riny. (kmb/balipost)

Baca juga:  Di Tengah Beratnya Tantangan Krisis Global, Ekonomi Nasional Tumbuh Positif
BAGIKAN