Krama Desa Sinabun menggelar persembahyangan. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Desa Adat Sinabun di Kecamatan Sawan merupakan desa adat dengan jumlah krama desa “gemuk”. Wewidangan di desa adat ini juga terbilang luas.

Dengan kondisi ini, dalam melaksanakan pembanguan terutama pada baga prayangan, beban krama desa menjadi ringan. Ini berkat kebijakan yang digulirkan Gubernur Bali Wayan Koster yang mengalokasikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) setiap tahun Rp 300 juta untuk desa adat di Bali.

Kelian Desa Adat Sinabun, Gusti Made Parta, Kamis (10/11) mengatakan, desa adat yang dipimpinnya terbagi menjadi lima banjar adat yaitu, Menasa, Tengah, Jero, Dalem, dan Banjar Adat Keloncing Desa. Sementara, krama desa yang tercatat hingga sekarang tercatat sebanyak 1.340 kepala keluarga (KK).

Baca juga:  HardysPeduli Lakukan Bersih Sampah di Kawasan Pura Rambut Siwi

Sehari-hari, sebagian besar krama desa adat ini menjadi tukang bangunan, dan sisanya menjadi petani di lahan sawah dan perkebunan. Sesuai dengan dresta, setiap krama desa ini bertanggung jawab terhadap prayangan di Pura Kayangan Tiga meliputi Pura Desa, Puseh, dan Pura Dalem.

Selain itu, krama juga bertangung jawab terhadap Pura Khayangan Desa yaitu, Pura Sakti dan Pura Agung Menasa. “Selain wewidangan di desa adat kami yang luas, krama desa kami bertanggungjawab terhadap warisan prayangan baik di Pura Khayangan Tiga dan Pura Khayangan Desa,” katanya.

Menurut Parta, dalam menjalankan kebijakan pembangunan pada baga prayangan, pihaknya merasa terbantu dengan kucuran dana BKK dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Dengan bantuan itu, di 2021 pihaknya melaksanakan program perbaikan bangunan candi di kawasan Pura Desa.

Baca juga:  Jembrana Diminta Pertahankan Anggaran Ngaben Kolektif

Sebelumnya, bangunan di pura ini mengalami kerusakan parah akibat dampak gempa bumi. Dalam proses perbaikan itu, seluruh biayanya dari BKK tersebut.

Selain itu di tahun yang sama, pihkanya juga melaksanakan pemeliharaan terhadap arca (simbul perwujudan Ida Bhatara). Benda suci ini pun belakangan banyak yang rusak, berkat BKK itu seluruh arca yang sangat disucikan kini dalam kondisi terawat. “Dengan bantuan ini seluruh krama desa kami terbantu sekali, karena pembiayaanya kami gunakan dari BKK yang dialokasikan Pak Gubernur Koster. Kalau tidak dengan bantuan itu, jelas krama desa kami akan terbebani dalam melaksanakan tanggung jawab sebagai krama,” jelasnya.

Baca juga:  Ngaben Massal Desa Adat Karangsari Jadi Daya Tarik Wisatawan

Selain melaksanakan pembangunan di baga prayangan, Desa Adat Sinabun juga melaksanakan penataan pada baga palemahan. Program ini dijalankan dengan melaksanakan penghijauan.

Beberapa bibit tanaman yang berhasil ditanam seperti Majegau dan Kelapa. “Penghijauan ini selain di areal pura yang ada di desa adat juga di palemahan desa adat, tujuannya untuk menjaga kelestarian desa adat dan juga dari penanaman bibit kelapa nantinya bisa kami gunakan untuk keperluan upacara dan piodalan di desa adat,” jelasnya.

Parta menambahkan, pembangunan di baga prayangan tahun ini rencananya akan melakukan perbaikan di kawasan Pura Dalem. Dari kesepakatan krama desa, rencananya pembangunan ini dilakukan dengan mengajukan proposal bantuan hibah sosial (bansos) anggota DPRD baik kabupaten dan provinsi. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN