Longsor menimbun jalan alternatif lingkar Bukit Jati Banjar Guliang Kawan desa Bunutin, Bangli. (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Dua jalan di Bangli tertimbun tanah longsor, dampak hujan deras yang mengguyur Selasa (25/10). Untuk menangani longsor, Pemkab Bangli Rabu (26/10) menurunkan alat berat ke lokasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tanah longsor terjadi Desa Tiga, Susut. Longsor menimbun ruas jalan Linjong-Temaga. Dampaknya jalan tak bisa dilalui kendaraan.

Perbekel Desa Tiga Putu Merta Utama mengatakan longsor di ruas jalan Linjong-Temaga terjadi Selasa sore sekitar pukul 17.00 WITA. Karena jalan tertutup longsor, masyarakat dialihkan melalui jalan alternatif yang ada di desa setempat. Rabu siang material longsor sudah dibersihkan. “Sudah dibantu penangananya dengan alat berat,” kata Merta Utama.

Baca juga:  Terkejut Longsor Timpa Dapur, Pemilik Dirawat di RS

Selain di Desa Tiga, longsor juga terjadi Desa Bunutin, Bangli. Material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup jalan alternatif lingkar Bukit Jati Banjar Guliang Kawan desa setempat. Longsor diperkirakan terjadi Rabu pagi.

Kapolsek Bangli Kompol Made Dwi Puja Rimbawa mengatakan bhabinkamtibmas Desa Bunutin bersinergi dengan Babinsa desa setempat telah mengecek lokasi longsor. Tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kejadian itu. “Kondisi terkini di lokasi longsoran masih menutupi badan jalan dan kami telah melaksanakan koordinasi dengan BPBD Kabupaten Bangli, dan dari hasil koordinasi bahwa untuk penanganan masih menunggu alat berat Dinas PUPR Bangli yang masih beroprasi di wil kecamatan Susut,” kata Rimbawan.

Baca juga:  Dua Anggota DPRD Bali Tak Terima Alokasi Hibah Dipangkas

Pihaknya pun kembali mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap segala jenis bencana yang terjadi, mengingat akhir-akhir ini cuaca cukup ekstrim.

Selain longsor, hujan juga menyebabkan serumpun bambu tumbang ke jalan di wilayah Kelurahan Kubu. Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar Kabupaten Bangli I Wayan Wardana mengatakan dari hasil assesment, penanganan tidak memungkinkan dengan alat chainsaw.

Pihaknya menyarankan pemilik bambu mencari pembeli bambu sehingga material bernilai ekonomis. Mengingat cuaca seperti sekarang, Wardana kembali menghimbau masyarakat agar waspada terhadap dampak hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Tanggul Tergerus Longsor, Warga Banjar Patas Khawatir Kesulitan Air Bersih
BAGIKAN