Akses jalan penghubung Desa Yeh Kori dengan Desa Bebandem dengan Dusun Pangleg, Perbekelan Jungutan, Kabupaten Karangasem, putus akibat hujan deras, Senin (17/10). (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Karangasem menyebabkan sejumlah bencana, Senin (17/10). Tak hanya tanah longsor yang menelan satu korban jiwa, air bah juga menyebabkan dua orang meninggal, dan akses jalan penghubung Desa Yeh Kori dengan Desa Bebandem dengan Dusun Pangleg, Perbekelan Jungutan putus.

Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, mengatakan, atas banyaknya bencana alam yang terjadi ini, pihaknya telah meminta dinas terkait, seperti PUPR dan BPBD, supaya secara tepat tanggap sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti semula. “Pemerintah akan mengambil langkah yang konkrit, seperti langsung meninjau di beberapa tempat terdampak dan merapatkan sehingga bisa menentukan langkah, sehingga ini tidak berlarut larut,” tegasnya

Baca juga:  Dua Petenis Meja Bali Jalani Seleknas SEA Games

Kepala Dinas PUPR Karangasem, Wedasmara, mengatakan bahwa PUPR bersama BPBD akan segera turun ke lapangan melakukan pengecekan data. Dan setelah data terkumpul, pihaknya akan merapatkan dengan instansi terkait, sehingga penanganan bisa lebih cepat dan akurat.

“Kita akan segera mencarikan solusi terkait jalan yang amblas sehingga masyarakat bisa melakukan aktivitasnya. Kemungkinan kita akan membuatkan jalan alternatif sehingga jalan bisa dilewati, dan masyarakat bisa beraktivitas seperti semula,” imbuhnya.

Baca juga:  Selama Tahun 2020, Ini Jumlah Kasus Kriminalitas di Karangasem

Sedangkan, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Karangasem, Putu Eka Putra Tirtana, menjelaskan, pihaknya telah melakukan pendataan sementara. Dari pendataan, ada puluhan titik bencana alam di Bumi Lahar. “Sementara ini, bencana ada di empat Kecamatan, yakni Kecamatan Abang, Selat, Bebandem dan Rendang. Kita masih terus lakukan pendataan,” katanya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN