Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati serta Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, Ketua Umum PP Kagama, Ganjar Pranowo, Rektor UGM Prof. Dr. Ova Emilia, dan Sekjen Kagama, Ari Dwipayana menghadiri Sayan Rumaket. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Semangat untuk saling mendekatkan antawarga dan mempererat persaudaraan diupayakan Sekehe Teruna Teruni (STT) Bina Warga lewat Sayan Rumaket. Kegiatan ini disambut positif AAGN Ari Dwipayana, Koordinator Staf Khusus Presiden RI yang juga Sekjen Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama).

Ia mengatakan acara ini perlu diperluas menjadi Bali Rumaket dan Indonesia Rumaket. Dalam rilis diterima Minggu (9/10), Ari Dwipayana menyampaikan harapan, agar acara Sayan Rumaket dapat menginspirasi desa-desa lain di Bali bahkan juga di di Indonesia untuk menjaga, memperkuat dan memajukan tiga hal.

Pertama, “culture”, menjaga seni-budaya yang mengakar dalam masyarakat desa. Kedua, “nature “, menjaga alam-lingkungan agar tetap lestari. Dan ketiga, menyiapkan diri untuk “future” (masa depan) dengan selalu update pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Baca juga:  Malam Puncak Sastra Saraswati Sewana Digelar "Hybrid"

Acara Sayan Rumaket diselenggarakan oleh Sekehe Teruna Teruni (STT) Bina Warga, organisasi Pemuda Banjar Mas Sayan dan didukung penuh oleh PP Kagama dan Pengda Kagama Bali. Acara berlangsung selama dua hari, dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti: Tour de Sayansation, Diskusi Desa Wisata, Gowes for Love, pameran UMKM, Workshop Regenerasi Young Artist, pertunjukan musik, juga beberapa aksi sosial.

Tema Sayan Rumaket sendiri bisa diartikan ganda; Sayan sebagai nama desa dan Sayan yang juga bisa diartikan “semakin”. Sedangkan, Rumaket dalam bahasa Bali memiliki arti semakin dekat.

Pada hari pertama diselenggarakan Tour de Sayansation, yang dihadiri oleh Ketua Umum PP Kagama, Ganjar Pranowo, Rektor UGM Prof. Dr. Ova Emilia, Sekjen Kagama, Ari Dwipayana, Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati serta Bupati Gianyar, I Made Mahayastra. Pada acara tersebut, rombongan diajak menyusuri keindahan alam persawahan Desa Sayan, dipandu Kepala Desa Sayan, I Made Andika.

Baca juga:  Pasca OTT, Bupati Tegaskan Pelayanan Perijinan Berjalan Normal

Tujuan pertama Tour de Sayansation adalah Beji Sudhamala yang terletak di Banjar Penestanan Kaja. Beji ini unik, karena dihiasi relief perjalanan Maharesi Markandeya, yang dalam dua tahun terakhir ini dipahat warga di saat menghadapi situasi pandemi.

Ini memperlihatkan kreativitas seniman Desa Sayan tetap hidup meskipun ekonomi pariwisata terkena dampak terdalam dari Pandemi. Di tempat tersebut, Ganjar Pranowo, Ovi Emilia, Ari Dwipayana dan Wakil Gubernur Bali, diberi kehormatan memahat dinding padas, yang kemudian diteruskan oleh para seniman Penestanan Kaja.

Baca juga:  Dua Buruh Dipolisikan Mencuri Saat Pengrupukan

Dari Beji, rombongan disuguhi sarapan di nasi Men Juwel, nasi campur ayam, khas Sayan, sebelum menyaksikan pameran Lukisan Young Artist khas penestanan dan gaya Baung-Sayan, pameran produk UMKM, produk pertanian organik dan aktivitas pemberdayaan desa lainnya.

Pada siang harinya digelar diskusi desa wisata, bertema, “Pulih dan Bangkit dari Desa.” Hadir sejumlah narasumber, seperti Ketua Umum PP Kagama Ganjar Pranowo, Rektor Universitas Gadjah Mada, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UGM, Ari Sujito dan Owner Bali Spirit Festival Made Gunarta dengan moderator Sukma Arida.

Pada hari kedua, acara diisi dengan “Gowes For Love”, yang dilepas oleh Rektor UGM bersama Sekjen Kagama dari Pasar Desa Pakraman Sayan, Ubud. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *