Peragaan busana batik dalam rangka Hari Batik Nasional secara hybrid di Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Kemenperin di Yogyakarta, DIY, Selasa (4/10/2022). (BP/Ant)

BANTUL, BALIPOST.com – Nilai ekspor produk batik Indonesia pada semester satu 2022 mencapai 27,42 juta dolar AS. Demikian dikatakan Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi.

“Sumbangsih industri batik terhadap devisa tercermin melalui capaian ekspor sepanjang tahun 2021 yang mencapai 46,24 juta dolar AS dan pada semester I 2022 nilai ekspor batik mencapai 27,42 juta dolar AS,” katanya pada puncak peringatan Hari Batik Nasional 2022 yang digelar secara hybrid di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Yogyakarta, DIY, dikutip dari kantor berita Antara, Selasa (4/10).

Oleh karena itu, Doddy mengharapkan kinerja industri batik yang baik ini dapat terus berkembang maju seiring dengan pulihnya kondisi ekonomi nasional pascapandemi COVID-19.

Baca juga:  Bahas Isu Kesehatan Global di G20, Menlu Amerika Serikat Puji Indonesia

Menurut dia, Hari Batik Nasional merupakan bagian yang tidak terpisahkan atas pengukuhan badan PBB, UNESCO bahwa batik Indonesia menjadi warisan budaya tak benda peninggalan budaya dunia, yang ditetapkan pada 2 Oktober 2009. “Pengukuhan UNESCO itu menjadi suatu kebanggaan dan sekaligus tantangan bagi bangsa Indonesia, karena seluruh pemangku kepentingan batik di Indonesia dituntut untuk terus melestarikan dan melindungi batik sebagai warisan budaya yang berkelanjutan,” katanya.

Lebih lanjut, Kepala BSKJI mengatakan tema Hari Batik Nasional tahun 2022 adalah “Batik Merangkai Indonesia”. Batik sebagai budaya asli milik Indonesia kini telah tumbuh di daerah-daerah, yang bahkan tidak memiliki tradisi membatik.

Baca juga:  Indonesia Rugi Ratusan Triliun Akibat Perubahan Iklim

Dia mengatakan batik dari sudut pandang industri juga telah mendorong banyak daerah untuk bisa memiliki ciri khas dan motif yang mewakili unsur kearifan lokal.

Di sisi lain, tema Hari Batik Nasional itu juga sejalan dengan Presidensi G20 “Recover Together, Recover Stronger” yang tercermin dari besarnya tenaga kerja yang bergantung pada industri ini. “Keberadaan industri batik Nusantara inilah yang diharapkan mampu menjadi sarana pemersatu Indonesia untuk pulih dan bangkit dari dampak pandemi yang saat ini tengah berlangsung,” katanya.

Baca juga:  BRI Dominasi Pasar Valas Indonesia

Sementara itu, Kepala BBSPJIKB Kemenperin Hendra Yetty mengatakan rangkaian Hari Batik Nasional 2022 menyuguhkan sejumlah kegiatan, di antaranya fasilitasi sertifikasi Batikmark “Batik Indonesia” kepada industri batik Indonesia yang tersebar di Sumatera, Jawa, Madura, Kalimantan, hingga Papua.

Kemudian workshop batik bersama pelajar dan mahasiswa perwakilan dari berbagai pelosok Nusantara, online talkshow bertajuk NgoPPI (Ngobrol Pagi Penuh Inspirasi) secara daring setiap Kamis selama Agustus-November 2022 dengan topik terkait ragam dan keunikan batik eksotis Nusantara.

Kemudian, ada pasar batik, pameran batik, klinik konsultasi layanan jasa terkait batik, dan Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik (SNIKB) 2022. (Kmb/Balipost)

BAGIKAN