Bupati Giri Prasta menghadiri puncak karya Nyekah/Atma Wedana Desa Adat Bringkut, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Desa Adat Beringkit, Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, menggelar upacara Atma Wedana Mamukur Kinambulan, Mapetik, Matelu Bulanan lan Metatah. Upacara ini dihadiri Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta dan jajaran serta anggota DPRD Badung.

Bendesa Adat Beringkit, I Ketut Sutomo menyampaikan upacara ini dilaksanakan mulai dari tanggal 10 September dengan ngaturan piuning di merajan masing-masing pemilet dan di Pura Kahyangan Tiga Desa Adat setempat. Selanjutnya Tanggal 16 September 2022 bertepatan Sukra Keliwon Bala melaksanakan Ngeruak Karang Suci yang digunakan untuk membuat Peyadnyan dan Nancep Surya Ageng.

Baca juga:  Populasi Ternak Babi di Badung Turun

“Terakhir Ngelinggihang di masing-masing merajan pemilet dan pemilet yang ikut dalam upacara Nyekah Kinambulan ini sebanyak 41 Sawa, 42 orang Menek Kelih dan mesangih, serta 44 orang Mapetik dan Metelubulan,” ungkapnya.

Menurutnya, pada hari Redite Wage Wayang Tanggal 25 September 2022 yang diawali dengan Melaspas Bukur, Mendak Toye Ening yang dilaksanakan di biji yang merupakan Puncak Karya Penyekahan. Sedangkan, pada 27 September Nomonin Anggara Umanis Wayang dilaksanakan acara Ngelebok ke Segara Seseh, Mendak Nuntun (Nebusin), Nyegara Gunung ke Beratan. “Setelah itu kembali ke Peyadnyan serta ke Kahyangan Tiga,” ucapnya..

Baca juga:  Kasus Aborsi Libatkan Siswi SMP, Janin Diaborsi Usia 7 Bulan

Bupati Giri Prasta memberikan apresiasi dan dukungan atas semangat persatuan yang telah ditunjukkan krama Desa Adat Beringkit dalam melaksanakan yadnya secara bersama-sama, sebagai wujud dharmaning leluhur. “Atas nama Pemkab. Badung kami sangat mendukung, semoga karya ini berjalan dengan baik, paripurna, side sidaning don labda karya nemu gemah, ripah loh jinawi,” ujarnya.

Bupati Giri Prasta juga menekankan pentingnya karya Pitra Yadnya Kinembulan dan Manusa Yadnya tersebut. Menurutnya upacara pitra yadnya/atiwa-tiwa, atma wedana dan sarwa prakerti ini merupakan sebuah sarana upacara untuk menyucikan atma sehingga menjadi dewa hyang guru dan melinggih di merajan rong tiga.

Baca juga:  Desa Adat Manuksesa Bangkitkan Ekonomi Krama Desa

“Dalam pelaksanaan upacara memukur Kinabulan yang dilaksanakan tiga tahun sekali ini yang dapat dibilang Agate, Watemana, Anegata dalam istilah ane pidan, anjani, ane kelteka, ane pidan luung lestariang ane jelek kutang, ane jani bahagia dan ane kelteke paripurna,” katanya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN