Penyerahan ranperda tentang APBD 2023 di DPRD Bangli, Senin (19/9). (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – DPRD Bangli menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian rancangan APBD Kabupaten Bangli Tahun Anggaran 2023, Senin (19/9). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Bangli Nyoman Budiada, dihadiri Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta.

Dalam rapat tersebut, disampaikan sejumlah rencana kegiatan pembangunan pemkab Bangli di tahun 2023. Salah satu diantaranya kelanjutan pembangunan Gedung Rumah Sakit Umum Bangli.

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dalam pidato pengantarnya menyebutkan, pendapatan daerah dalam RAPBD 2023 dirancang Rp 1,71 triliun. Bersumber dari PAD Rp 21 miliar, dan Pendapatan Transfer Rp 854 milliar. Sedangkan belanja daerah secara umum dirancang Rp 1,139 triliun.

Belanja daerah, jelas Sedana Arta sebagian besar diarahkan untuk memberi dukungan yang lebih besar terhadap pelaksanaan pembangunan yang sangat mendesak dan segera untuk mendapatkan penyelesaian

Baca juga:  Tenggelam di Bak Penampungan Air, Balita di Songan Tewas

sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Bangli dan RKPD Kabupaten Bangli Tahun 2023. Diantaranya di bidang pendidikan melalui pembangunan sarana dan prasarana pendidikan sekaligus fasilitas pendukungnya. Di bidang kesehatan salah satunya adalah melanjutkan pembangunan Gedung Rumah Sakit Umum Bangli yang diusulkan melalui Dana Alokasi Khusus. Di bidang infrastruktur, dilakukan pembangunan infrastruktur jalan, irigasi dan sanitasi.

Terkait dengan fasilitas pelayanan publik juga dilakukan pembangunan GOR Indoor, penataan Pedestrian Kintamani, penataan Pedestrian Kota Bangli, Pembangunan Gedung Pemerintahan, pembangunan dan penataan akses menuju Pusat Olahraga Bangli serta penataan Kota Kecamatan. “Melalui usulan Dana Alokasi Khusus juga dirancang kelanjutan Pembangunan Pasar Singamandhawa,” jelasnya.

Baca juga:  Ketua DPRD Bangli Dituding Arogan

Selain itu, pada RAPBD 2023 juga  dialokasikan belanja hibah dalam rangka mendukung pelaksanaan Pemilukada Tahun 2024 dan hibah kepada organisasi serta kelompok masyarakat yang ada di Kabupaten Bangli. Alokasi bagi hasil pajak dan retribusi daerah serta bantuan keuangan kepada pemerintahan desa dalam bentuk Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa juga dirancang dalam rangka memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Pada Perangkat Daerah tetap dialokasikan anggaran terkait dengan operasional dan kegiatan prioritas Perangkat Daerah, diantaranya pemenuhan gaji dan tunjangan, tambahan penghasilan ASN, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kegiatan lainya dalam rangka tetap berjalannya pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bangli Nyoman Budiada mengatakan rakyat Bangli pasti sudah menunggu dan berharap terhadap APBD yang akan dibahas dan ditetapkan. Ekspektasi rakyat tahun 2023 nanti tentu akan berbeda dengan tahun ini. “Kita bisa memprediksi bahwa akan ada tuntutan yang semakin besar pada program dan kegiatan pemerintahan yang berpihak pada rakyat, yang akan memberikan harapan bagi pertumbuhan dan peningkatan kehidupan social dan ekonomi masyarakat. Adalah suatu keniscayaan bagi kita semua sebagai pelaksana pemerintah untuk memenuhi tuntutan dan harapan rakyat tersebut,” kata Budiada.

Baca juga:  Manajemen Kartu Pekerja Gelar Pelatihan Program

Karenanya, Budiada mengajak untuk membulatkan tekad, bersama-sama mengelola pemerintahan dengan baik, saling bekerjasama, terbuka terhadap aspirasi yang berkembang, saling memberi dan menerima serta tetap korektif terhadap potensi kesalahan dan pelanggaran. (Adv/balipost)

BAGIKAN