Rumawan Salain. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, tidak main-main menggagas proyek infrastruktur di 2023. Infrastruktur penanda Bali Era Baru dibangun di 4 penjuru arah pulau Bali, yaitu di Utara, Barat, Selatan dan Timur. Seluruh pembangunan infrastruktur tersebut terkoneksi untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Bali. Menyeimbangkan darat laut dan udara dengan tetap berpedoman pada Sad Kerthi sebagai sumber kebahagiaan niskala-sekala.

Pengamat Tata Ruang sekaligus Guru Besar Universitas Udayana, Prof. Rumawan Salain mengapresiasi lompatan luar biasa di bidang pembangunan infrastruktur yang dilakukan Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali, Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace). Menurutnya, program semacam ini harusnya dilakukan 2 dekade lalu dalam menyambut era pembangunan di Bali. Terutama pada saat masyarakat Bali menginginkan peningkatkan pariwisata untuk kesejahteraan masyarakat Bali.

Prof. Rumawan mengakui bahwa era kepemimpinan Gubernur Koster dengan berbagai programnya, terutam program pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh penjuru wilayah di Bali telah diidam-idamkan oleh masyarakat Bali. Yang terbaru telah di-groundbreaking-nya pembangunan Infrastruktur Jalan Tol Jagat Kerthi Bali. Menurutnya, lompatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan Gubernur Koster saat ini ke depannya akan memberikan dampak yang luar biasa bagi kehidupan masyarakat Bali. Terutama dampak lingkungan dan sosial.

Baca juga:  Sikapi Bali Era Baru, Izin Tinggal OA Bisa Diperpanjang

“Semua hal-hal yang dilakukan ini sudah harus menjawab tantangan, karena kita ketahui jumlah kendaraan dan jumlah yang berlalu lintas demikian banyak, tetapi jalan tidak bertambah. Demikian juga dengan kapasitas pelabuhan, bandara, dan pembangunan infrastruktur berikutnya yang menjadi perhatian adalah terminal-terminal. Sehingga dengan demikian, ini akan menyambungkan Bali dalam sebuah integrasi transportasi atau infrastruktur yang di bangun oleh Pemerintah Provindi Bali di bawah kepemimpinan Bapak Wayan Koster,” ujar Prof. Rumawan Salain dalam Dialog Merah Putih Bali Era Baru “Lompatan Infrastruktur Gubernur Koster Menuju Bali Era Baru” di Warung Coffee Bali Jl.Veteran 63 Denpasar, Rabu (14/9) kemarin.

Baca juga:  Memperkokoh Ekosistem Pariwisata Bali

Pengusaha Senior, Dr. Panudiana Kuhn, M.M.,MAP., berpendapat bahwa apa yang dilakukan Gubernur Koster dalam hal pembangunan infrastruktur di Bali merupakan suatu upaya untuk mengatasi permasalahan yang selama ini terjadi di Bali. Salah satu contoh adalah kemacetan dan timpangnya pembangunan Bali Selatan dengan Bali Utara. Meskipun dalam prosesnya harus mengorbankan sesuatu. Namun hal tersebut harus dilakukan untuk Bali yang lebih baik ke depannya. Dan hal tersebut telah dilakukan dengan optimis oleh Gubernur Koster.

Panudiana Kuhn. (BP/Dokumen)

“Kalau hitung-hitung secara ekonomi, membangunan infrastruktur tidak akan kembali (balik modal,red), yang dilihat itu adalah modal multiplayer effect. Membangun tol, membangun airport itu ngitungnya tidak mencari keuntungan, tetapi justru rakyat yang diuntungkan. Begitu juga dengan pembangunan infrastruktur lainnya yang sedang dibangun di Bali saat ini akan berdampak positif bagi masyarakat Bali ke depannya. Namun, harus dikontrol oleh pakar-pakar lingkungan agar dampak negatif dari seluruh pembangunan infrastruktur ini dapat diminimalisasi,” tandasnya.

Baca juga:  Menyamakan Persepsi pada Bali Era Baru

Ketua INKINDO Bali, Ir. Gusti Made Palguna, berharap dunia konstruksi di Bali terus berjalan dan semakin banyak. Meskipun demikian, INKINDO berharap dan meminta kepada Pemerintah Provinsi Bali agar pembangunan proyek infrastruktur di Bali lebih banyak melibatkan jasa INKINDO. Sebab, tidak semua proyek pembangunan infrastruktur di Bali saat ini melibatkan INKINDO Bali. Terutama dalam hal konsultasi.

Ir. I Gusti Made Palguna. (BP/kmb)

Diakui, hampir 90 persen lebih anggota INKINDO Bali berasal dari usaha kecil.  Makanya Palguna menyarankan agar dalam pembangunan infrastruktur di Bali perlu dibuatkan roadmap yang baik. Seperti, pembangunan jalan tol agar dibangun tidak sepotong-sepotong. Sehingga, pemerintahan berikutnya tinggal melaksanakan hasil dari program pembangunan jalan tol tersebut. Sebab, dikhawatirkan pembangunan tersebut tidak dilanjutkan oleh pemerintahan selanjutnya.  (kmb/balipost)

BAGIKAN