Pasar Rakyat Jungutbatu sudah rampung. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Setelah sempat gagal tahun lalu, pembangunan Pasar Rakyat Jungutbatu akhirnya bisa terealisasi tahun ini. Pembangunannya sudah rampung dan tinggal diserahkan kepada pihak desa.

Perbekel Jungutbatu, Made Gede Suryawan, Rabu (24/8) mengatakan setelah diserahkan nanti, rencananya pengelolaan dilakukan BUMDes Mandiri Desa Jungutbatu.

Total pedagang yang bisa ditampung di areal gedung pasar, berkapasitas 55 pedagang. Ini cukup menampung seluruh pedagang yang ada di desa setempat.

Baca juga:  Bumda Siap Kelola Restoran dan Penginapan DTW Bedugul

Karena sesuai data, jumlah pedagang hanya 36 pedagang. Sejak pembangunan pasar, mereka sementara ditempatkan di sekitar Lapangan Umum Jungutbatu. “Untuk penempatannya, nanti kami akan undi saja. Biar adil. Karena lokasi kiosnya ada yang strategis ada yang tidak. Kami upayakan yang terbaik, agar pasar ini nantinya terkelola dengan baik,” kata Suryawan.

Dia cukup bersyukur, akhirnya pembangunan pasar dari APBD Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Klungkung ini dapat diselesaikan tahun ini. Sebab, tahun lalu pembangunannya sempat dihentikan.

Baca juga:  Penyaluran Bansos ke Nusa Penida Terkendala Bank

Alasannya, proses pengerjaannya diketahui tidak sesuai bestek yang sudah disepakati dengan pihak rekanan. Tak mau menanggung risiko hasil pengerjaannya, Pemkab Klungkung akhirnya saat itu memutus kontrak pengerjaannya secara sepihak dengan pihak rekanan.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, juga sempat monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Paket Kegiatan Fisik Pembangunan Daerah Tahun Anggaran 2022 yang dilaksanakan di Kecamatan Nusa Penida, belum lama ini. Salah satunya pembangunan pasar ini.

Baca juga:  Lima Berita Terpopuler Kemarin : Dari CEO Termuda BRI hingga Belasan Akses Masuk Pantai Kuta Ditutup Permanen

Dalam tinjauannya Bupati Suwirta menyampaikan agar pembangunan Pasar Rakyat Jungutbatu seluas 32,4 m x 20,4 m yang sudah selesai, agar segera diserahkan ke desa, kemudian dimanfaatkan. Sehingga pedagang segera menempati pasar dan beroperasi seperti biasa. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN