GIANYAR, BALIPOST.com – Tanaman Usadha (Obat) bisa menjadi solusi bagi persoalan kesehatan, baik preventif (mencegah) maupun kuratif (menyembuhkan). Masyarakat bisa menanam dan mengolah tanaman obat untuk dimanfaatkan keluarga. Demikian menurut Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud Ari Dwipayana saat membuka Pelatihan Pemanfaatan Tanaman Obat untuk Kesehatan Keluarga bertajuk Tandur Taru Usadhaning Desa yang diselenggarakan oleh Yayasan Puri Kauhan Ubud di Agro Wisata Puri Damai (24/8/2022).

Masyarakat Bali selama ini memiliki budaya untuk belajar dari alam. Hal itu terlihat dari karya-karya sastra Bali yang menunjukkan bahwa para leluhur melihat, mempelajari dan sekaligus mencoba berbagai tanaman untuk kepentingan obat atau usadha. “Jadi ini harus kita pelajari kembali. Kita bisa memanfaatkan tanaman obat warisan nenek moyang menjadi solusi soal kesehatan. Jadi, kita tidak sekadar tahu jenis-jenis tanaman obat tetapi juga mampu mengolah tanaman obat itu menjadi Obat Herbal,” pesan Ari yang juga Koordinator Staf Khusus Presiden.

Baca juga:  Tak Cuma Salurkan Kredit, Bank Juga Jembatani Pelaku UKM dengan "Off Taker"

Pelatihan ini ditujukan bagi ibu-ibu PKK dan teruni-teruni di desa-desa sekitar Tukad Oos. Hal tersebut karena perempuan adalah ujung tombak ketahanan keluarga. Pelatihan yang didukung oleh PT Pertamina ini menghadirkan praktisi herbal Ida Ayu Rismarini dan I Wayan Damai sebagai mentor pelatihan.

Dalam pelatihan tersebut dilakukan pelatihan pembuatan loloh (jamu), smothies detox, boreh untuk rematik, lulur, dan ramuan penyubur rambut yang diikuti peserta dengan antusias.

Baca juga:  Terseret Arus Ketika Gelar Ritual, 11 Korban Meninggal Dunia

Selain pelatihan membuat obat herbal dari tanaman obat, kegiatan ini juga dirangkai dengan peninjauan kebun tanaman obat dan pembagian tanaman obat bagi peserta pelatihan. Beberapa tanaman obat yang dibagikan kepada peserta antara lain dondong laut, kumis kucing, kelor, kecibeling, samiroto, nilam, sambung nyawo, lidah buaya, jinten, mangkokan, miana, jahe merah, kencur, jangu, caing tea, dewandaru, kenanga, dan pegagan.

Ari berharap pembagian tanaman obat dan pelatihan ini bisa dipraktikkan dan disebarkan sehingga membangun kemandirian keluarga, bahkan bisa mendatangkan keuntungan secara ekonomi bagi keluarga.

Baca juga:  Hama Serang Tanaman Padi, Dispertan Badung Lakukan Gerdal

“Yayasan Puri Kauhan Ubud juga membagikan bibit tanaman obat untuk juga dibawa pulang, ditanam, dipelihara dan dirawat sehingga akhirnya menjadi Tandur Taru Usadhaning Desa. Tujuannya untuk mengenalkan kepada dunia, bahwa pariwisata Bali bukan hanya alam, Bali bukan hanya culture atau budaya, tapi Bali juga memiliki kekayaan lainnya yaitu di bidang kesehatan,” jelas Ari.

Sebelumnya, Puri Kauhan Ubud juga telah melakukan kegiatan penanaman 25 ribu pohon di kawasan Batur dan pembagian bibit pohon untuk desa-desa wisata di sepanjang Tukad Oos. (Kmb/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *